Julukan Baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, 'Raja Utang' ?

Bukannya mengurangi defisit, ketika perekonomian AS kuat, Trump malah menumpuk lebih banyak utang untuk membayar besar-besaran insentif pajak dan lonj

Editor: Weni Wahyuny
ESQUIRE.COM
Tiga bekas selotip di balik Donald Trump 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNSUMSEL.COM, WASHINGTON - Ada julukan baru untuk  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Julukan itu ditujukan kepada Trump karena pemerintahan yang dipimpinannya melakukan pinjaman atau utang secara agresif.

Donald Trump mendapat julukan baru, "Raja Utang."

Tak Termasuk Sumsel, Berikut 15 Provinsi di Indonesia Tanpa Kasus Baru Positif Corona pada 7 Mei

 

Itu berarti, Amerika Serikat sedang memasuki krisis dalam kondisi keuangan yang sulit.

Tercatat rasio utang terhadap Gross Domestic Product(GDP)/Produk Domestik Bruto (PDB) AS hampir 80 persen.

Bahkan sebelum pandemi virus corona atau Covid-19 melanda.

Rasio ini dua kali lebih tinggi dari rata-rata historis.

Anaknya Hanafi Rais Mundur dari PAN, Ini Partai Baru yang Dibuat Amien Rais? : Tinggal Tunggu Waktu

Telinga Abdul Robek, Cerita Petani di Muara Enim Duel dengan Beruang, Nyaris Tewas karena Diterkam

Sekarang, utang nasional AS meledak karena Washington sedang dipaksa untuk menyelamatkan perekonomian AS dari kejutan terbesar yang pernah ada.

Departemen Keuangan AS mengatakan minggu ini akan meminjam 3 triiun dolar AS atau setara Rp 45 kuadriliun lebih pada kuartal ini saja.

Jumlah itu hampir enam kali dari rekor utang AS sebelumnya pada 2008 lalu.

Adapun sepanjang tahun 2019, Negeri Paman Sam tersebut menarik utang sebesar 1,28 triliun dollar AS.

Secara total, kini utang pemerintah AS hampir mencapai 25 triliun dollar AS atau setara sekira Rp 377 kuadtriliun

Meskipun sudah tinggi, mereka menilai sekarang bukan waktunya untuk mengurangi pinjaman.

Ekonom sepakat Amerika Serikat harus terus melakukan pinjaman untuk mencegah depresi ekonomi yang lebih buruk lagi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved