Meski Tidak Sanggup Lagi Jabat Direktur RSUD Rupit Muratara, Herlinah Tetap Dipertahankan Bupati
Direktur RSUD Rupit dinilai masyarakat tidak mampu membuat rumah sakit milik pemerintah itu menjadi lebih baik
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Sejumlah pihak meminta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mundur dari jabatannya.
"Kami banyak menerima laporan dari masyarakat tentang hal itu," kata Ketua Komisi II DPRD Muratara, Hadi Subeno kepada Tribunsumsel.com, Rabu (29/4/2020).
Selaku wakil rakyat, pihaknya menyerap aspirasi masyarakat bahwa sudah banyak yang tidak senang dengan kepemimpinan dr Herlinah.
Direktur RSUD Rupit dinilai masyarakat tidak mampu membuat rumah sakit milik pemerintah itu menjadi lebih baik.
Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali permasalahan yang terjadi di RSUD Rupit hingga membuat masyarakat geram.
Menurut Hadi Subeno, Direktur RSUD Rupit dr Herlinah juga sudah mengakui tidak sanggup lagi menahkodai rumah sakit tersebut.
Hal itu disampaikan Herlinah di hadapan beberapa anggota DPRD Muratara dalam rapat lintas komisi DPRD belum lama ini.
"Beliau juga sudah menyampaikan kepada kami di rapat lintas komisi bahwa dia tidak sanggup lagi," kata Hadi, politikus Partai Bulan Bintang (PBB) ini.
Pihaknya meminta Bupati Muratara mengevaluasi kinerja manajemen RSUD Rupit demi kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Rupit kedepan.
"Ini bukan kehendak kami pribadi, ini aspirasi masyarakat banyak. Kami juga tidak bisa bertindak, karena pimpinannya adalah bupati," kata Hadi.
Sementara Bupati Muratara, Syarif Hidayat menilai, dr Herlinah masih sanggup menjalankan tugasnya sebagai Direktur RSUD Rupit.
"Saya melihatnya dia masih sanggup dan siap, dia kerja siang malam saya lihat," kata Syarif Hidayat.
Terkait pengakuan dr Herlinah di depan anggota DPRD Muratara yang mengaku tak sanggup lagi memimpin, Bupati meyakini hal itu karena terbawa beban.
"Saat itu mungkin terbawa situasi, dia seorang perempuan, dengan kondisi puasa, mungkin banyak beban pikiran," tambah Syarif.
Pihaknya sudah minta Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara dan tim untuk turun langsung mengecek apa yang sebenarnya terjadi di RSUD Rupit.