Breaking News:

Ramadhan 1441 Hijriah

Begini Cara Mengatur Nutrisi Buka Puasa dan Sahur Kata Ahli Gizi

Yenita, Ahli Gizi Klinik RSMH mengatakan, waktu berpuasa selama 13 jam artinya saluran cerna kita istirahat

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Ahli Gizi Klinik Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Yenita, DCN, MPH, RD 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Sering ada pertanyaan apakah saat puasa kebutuhan nutrisi kita sama dengan saat tidak berpuasa.

Terjadi perbedaan waktu di mana waktu makan berkurang di bandingkan apabila tidak berpuasa.

Apakah berpuasa menurunkan imunitas tubuh ?.

Yenita, Ahli Gizi Klinik RSMH mengatakan, waktu berpuasa selama 13 jam artinya saluran cerna kita istirahat.

Fase istirahat bagi tubuh pada saat berpuasa, sel-sel peradangan menurunkan efek-efek agar tidak mengeluarkan zat yang menimbulkan peradangan.

Di mana masa ini terjadi proses regenerasi organ seperti pankreas, usus, hati, kandung empedu, dan lambung.

"Maka berpuasa merupakan proses detoksifikasi untuk mengeluarkan racun racun yang ada dalam tubuh secara alami atau detoks, ada benarnya karena sistem imun diberi kesempatan untuk meningkat," jelasnya.

Lanjut dia, apabila makan saat sahur dan berbuka sudah dilakukan dengan cukup, maka akan tercipta fase istirahat bagi tubuh saat tidak ada makanan atau apa pun yang masuk ketika berpuasa.

"Selama berpuasa, pola makan berubah, dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari," ungkap dia.

Ia mengatakan penelitian membuktikan, dengan berpuasa Ramadhan yang "BENAR" yakni berat badan & kadar lemak tubuh berkurang, meningkatkan kadar HDL dalam tubuh .

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved