Hotel Aryaduta Palembang Putuskan Tutup Sementara Hingga Akhir April
Masih merebaknya pandemi Corona membuat banyak sektor perekonomian terdampak khususnya pariwisata dan bisnis hotel.
Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masih merebaknya pandemi Corona membuat banyak sektor perekonomian terdampak khususnya pariwisata dan bisnis hotel.
Sepinya okupansi atau tingkat hunian kamar, hingga alasan mendukung program pemerintah menjalankan social distancing untuk mencegah penularan wabah Corona hingga alasan efisiensi
membuat sejumlah hotel memilih menutup operasionalnya.
Rendy Pra Panca General Manager Aryaduta Palembang mengatakan hotel Aryaduta resmi menutup sementara operasional mulai 9-30 April mendatang.
Penutupan operasional dikarenakan mendukung program pemerintah mencegah pandemi Corona karena prioritas keamanan dan keselamatan tamu juga pekerja hotel menjadi prioritas utama.
"Sesuai anjuran pemerintah mencegah penyebaran Corona sehingga untuk sementara waktu kita tutup operasional," ujarnya, Senin (13/4/2020).
Akibat penutupan sementara operasional ini membuat karyawan hotel Aryaduta dirumahkan dan akan kembali di rekrutmen jika hotel Sudja kembali beroperasi.
Hingga kini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel mencatat sudah ada 11 hotel dan penginapan yang tutup di Sumsel.
"Sebelumnya ada 11 hotel dan penginapan yang tutup tapi hotel Dewi di Martapura OKU sudah kembali beroperasi setelah sebelumnya juga tutup operasional 14 hari," ujar Ketua PHRI Sumsel Erlan Aspiudin.
Ke 11 hotel dan penginapan yang tutup sementara itu yakni hotel Santika premier Bandara Palembang, Daffam Lubuk Linggau, Sofa Marwah Palembang, Sandjaya Palembang, Sentosa palembang, Note Prabumulih, Grand Citra Prabumulih, penginapan dan Resto Lagenda Pagaralam, Hotel atau villa Mentari Pagaralam, Hotel Permata Bunda Pagaralam dan hotel Aryaduta Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/hotel-aryaduta-palembang_20180808_061136.jpg)