Berita Muratara

Pria Berbadan Kekar Warga Muratara Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Tergantung

Pria Berbadan Kekar Warga Muratara Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Tergantung

Penulis: Rahmat Aizullah |
gettyimages
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Seorang pria inisial AY (38) meninggal dunia dengan kondisi tergantung dan leher terikat tali.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu (5/4/2020).

Kapolres Muratara, AKBP Adhi Witanto melalui Kapolsek Rupit, AKP Bakri Reddy Cahyono membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar, ada seorang laki-laki meninggal dengan kondisi tergantung," kata Reddy dihubungi Tribunsumsel.com, Minggu malam.

Dua Kasus Positif Corona Tambahan Asal OKU, Pasien Masih Ada Hubungan Keluarga, Baturaja Ada 3 Kasus

5 Wanita yang Jadi Mantan Raffi Ahmad, Seluruhnya Artis, Dari Janda Hingga Anak Pengacara

Kapolri Incar Oknum yang Berani Timbun Barang dan Mainkan Harga, Hukumannya Denda Rp 5 Miliar

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya sekitar pukul 18.30 WIB dan diperkirakan tergantung sejak pukul 16.00 WIB sore.

Saat ditemukan pria berbadan kekar ini tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek berwarna coklat.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian pria tersebut.

Seorang pria inisial AY (38) meninggal dunia dengan kondisi tergantung dan leher terikat tali di Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Minggu (5/4/2020)
Seorang pria inisial AY (38) meninggal dunia dengan kondisi tergantung dan leher terikat tali di Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Minggu (5/4/2020) (Tribunsumsel)

"Penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan, dugaan sementara gantung diri," kata Kapolsek.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang-barang di lokasi kejadian.

Barang yang diamankan yakni tali tambang bewarna abu-abu dan celana pendek berwarna coklat.

Polisi juga sudah mengumpulkan keterangan beberapa saksi yang berada di sekitar rumah korban.

Polisi langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit untuk dilakukan pemeriksaan.

"Korban sudah dibawa ke RSUD Rupit, kami masih menunggu hasilnya dari pihak rumah sakit," ujarnya.

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved