Berita Palembang
Hoax Pasar Satelit Bakal Ditutup Per 1 April 2020, Begini Penjelasan Camat Sako
Ditengah kekhawatiran warga, isu itu dibantah oleh Camat Sako, Amiruddin Sandy.
Penulis: Slamet Teguh Rahayu | Editor: Slamet Teguh
Hoax Pasar Satelit Bakal Ditutup Per 1 April 2020, Begini Penjelasan Camat Sako
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Warga yang biasanya berbelanja di Pasar Satelit Kecamatan Sako dihebohkan dengan isu yang beredar.
Kabarnya, pasar tersebut bakal ditutup mulai tanggal 1 April 2020 usai dilakukan penyemprotan disinfektan.
Isu tersebut, membuat warga yang berada khususnya di wilayah Kecamatan Sako panik dan berniat berbelanja, menimbun bahan makanan untuk persedian mereka.
Ditengah kekhawatiran warga, isu itu dibantah oleh Camat Sako, Amiruddin Sandy.
Amir menyebut, rencananya pasar itu bakal dilakukan penyemprotan disinfektan, namun bukan berarti pasar ditutup selamanya.
"Memang dari warga minta disemprot. Tapi idealnya pasar itu harus tutup sementara," kata Amir saat dibincangi Tribunsumsel.com.
• Camat Sako Tegaskan, Hoax Kecamatan Sako Masuk Zona Kuning Penyebaran Virus Corona
• Di Lahat, Baru Satu Perusahaan Yang Bantu Pemkab Tangani Covid 19 dengan Menyumbang Dana
• Niat Baik Peduli APD Digunakan Oknum Tak Bertanggungjawab, Anne Avantie Lapor Polisi
Meski sudah ada rencana penyemprotan, namun menurut Amir, belum ada koordinasi lebih lanjut kapan rencana ini bakal direalisasikan.
"Belum ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak pasar. Jadi warga jangan khawatir dengan melakukan penimbunan," jelasnya.
Selain Pasar Satelit, Amir menyebut, Kecamatan Sako sudah terlebih dahulu menyemprot disinfektan yang mana fokusnya ialah tempat ibadah, sekolah, sarana kesehatan, dan fasilitas umum yang sehari-hari rutin digunakan warga.
"Diutamakan yang itu dulu karena cairan disinfektan ini jumlahnya terbatas. Kita mengandalkan cairan tersebht dari Dinkes kota Palembang," terangnya.
Tak hanya langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara langsung. Kecamatan Sako juga memberikan secaa langsung cairan disinfektan kepada warga agar dapat digunakan secara langsung.
Sebanyak 2.000 cairan disinfektan dibagikan masing-masing 400 liter di Kantor Kelurahan dan kantor Camat.
Namun sayangnya, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan warga sehingga masih ada beberapa warga yang tidak kebagian cairan disinfektan tersebur.
"Berjalan lancar dan tertib. Tapi untuk warga yang belum kebagian, sementara belum ada info terkait bantuan cairan disinfektan itu bakal dibagi lagi atau tidak, karena itu merupakan bantuan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel dalam upaya preventif dan penanggulangan virus corona di kota Palembang," ungkapnya.