Berita PALI

Petani di Abab PALI Rasakan Harga Getah Karet Berada di Titik Terendah, Rp5 Ribu/kg

Cuaca tak menentu di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdampak kepada produksi getah karet, Senin (23/3/2020)

Sripo/ Reigan
Aktifitas warga di Pasar Getah Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Senin (23/3/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Cuaca tak menentu di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdampak kepada produksi getah karet, Senin (23/3/2020).

Cuaca panas terkadang langsung disertai mendung membuat hasil sadapan karet yang dihasilkan semakin menipis.

Kondisi ini tentu sedikit membuat warga resah.

Apalagi saat ini di sejumlah wilayah di Indonesia tengah antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Harga getah minguan dihargai pengepul Rp5 ribu /kg. Harga getah di desa kami sepertinya berada di angka terendah," ungkap Bari (47 tahun), petani Karet di Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Sumsel.

Bari mengakui, bahwa hasil getah mengalami penurunan cukup drastis, dimana sebelumnya harga getah berada di angka Rp8 ribu /kilogram.

Wisma Atlet Jakabaring dan Asrama Haji Disiapkan Jadi Ruang Isolasi Cadangan

"Hasil sadapan getah karet juga memang menurun pak. Saat ini juga cuacakadang hujan dan panas sangat berpengaruh ke hasilnya," katanya.

Kondisi demikian, beda halnya dengan harga jual getah karet di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal.

Tam (54 tahun) petani Karet di Desa Air Itam Kecamatan Penukal berkata, bahwa, harga getah karet masih diatas Rp6 ribu perkilogramnya, lebih tinggi dari harga getah yang berada di Kecamatan Abab.

"Harga berdasarkan kualitas. Jadi pengepul melihat kualitas getah hasil sadapan petani. Kalau, memang kualitasnya bagus, harganya akan menyesuaikan," ujar Tam. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved