Transaksi Normal, Ada Dampak Positif Corona Masuk di Indonesia Bagi Bank SumselBabel di Kayuagung

meningkatkan penggunaan uang non tunai, dimana uang tunai yang bisa menyebabkan virus penyakit.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Kepala Pimpinan Bank SumselBabel Cabang Kayuagung, Wijanarko 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG -- Efek virus wabah Corona (Covid- 19) tak mempengaruhi peredaran uang di Bank SumselBabel Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Transaksi perbankan di Bank SumselBabel Kayuagung masih normal berjalan seperti biasanya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, Wijanarko kepada wartawan Tribunsumsel.com saat dibincangi, Kamis (12/2/2020) pagi.

Dikatakan Wijanarko, untuk transaksi di Bank SumselBabel sama seperti hari biasanya walaupun adanya wabah virus Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia.

"Untuk perbankan khususnya transaksi di Bank Sumsel Babel Kayuagung normal dan stabil seperti hari biasa saja tidak berdampak adanya virus Covid -19,"

"Termasuk di 5 cabang pembantu Bank Sumsel yang tersebar di Kabupaten OKI. Karena hanya menguncang ekonomi bidang pariwisata yang menjadi lesu, kemungkinan yang berdampak yaitu di kota-kota besar," ucapnya.

Dia menjelaskan, adapun transaksi di Bank yakni seperti nabung, tarik tunai dan sebagainya masih seperti biasa hari-hari biasa.

"Sejauh ini tidak ada nasabah yang tarik uang tabungannya dalam jumlah besar begitupun sebaliknya tidak ada nasabah yang menabung dalam jumlah besar," jelasnya.

Begitu juga dengan transaksi lainnya, jadi semua aktivitas perbankan berjalan normal, apalagi belum adanya larangan WHO dalam penggunaan uang tunai.

Dimana uang tunai ini juga disebut sebagai media penyebaran wabah virus Covid-19.

"Uang kertas itu merupakan yang paling kotor sehingga dapat menyebabkan virus ataupun penyakit lainnya, maka oleh karena itu dianjurkan agar mencuci guna menghindari penyebaran penyakit," terangnya.

Lanjut Eko sapaannya, untuk penderita akibat virus Covid-19 ini belum ada di Sumsel, sehingga semua aktivitas pemerintahan tidak begitu berdampak termasuk perbankan.

"Kalau seperti kota besar di Jabodetabek yang sudah penderita Covid-19 dampaknya banyak masyarakat yang borong bahan makanan untuk menyetok penyediaan," ujarnya.

Terkait ini juga, sambungnya dampak positif wabah virus Covid-19 meningkatkan penggunaan uang non tunai, dimana uang tunai yang bisa menyebabkan virus penyakit.

"Dengan begitu penggunaan uang tunai sedikit, dimana sisi positifnya adalah menekan peredaran uang palsu serta menekan angka kriminalitas dikarena masyarakat membawa uang non tunai," tutupnya.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved