Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Pariwisata Palembang Tetap Optimis di Tengah Perjuangan Melawan Corona

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani mengatakan, iklim pariwisata di Palembang tak terlalu terpengaruh oleh wabah virus Corona

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Pemandangan Jembatan Ampera yang dilihat dari Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (12/3/2020). 

"Paling banyak ya wisatawan asing yang ke Pulo Kemaro, Singapura dan Malaysia, bahkan ada yang orang barat juga (Eropa) itu anak-anak Unsri sering ngajak teman-teman mahasiswa asingnya naik kapal di sini," ujarnya.

Untuk harga naik kapal pun beragam disesuaikan dengan kapalnya, kalau naik kapal cepat yang ukuran sedang 1 orang Rp 200 ribu.

Beda lagi kalau naik kapal SP2J milih Dishub Palembang yang bisa memuat 35-40 orang harganya Rp 1,5 Juta per 3 jam.

Sedangkan kapal lainnya, seperti kapal Putri Kembang Dadar bisa memuat hingga 120 orang harganya bisa sampai Rp 8 jutaan, sudah termasuk catering, fasilitas organ tunggal.

Ada juga selain itu, kapal Si Gentar Alam bisa memuat 150-200 orang dengan harga Rp7,5 jutaan, semua dijatahi 3 jam sekali naik kapal.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani mengatakan, iklim pariwisata di Palembang tak terlalu terpengaruh oleh wabah virus Corona.

"Masalah Corona memang sekali lagi jangan terlalu dikhawatirkan atau ditakutkan tapi harus diwaspadai," ujarnya saat ditemui Tribun setelah menghadiri peresmian supermarket di PTC Mal.

Karena virus ini juga kalau diperhatikan memang sebenarnya disimpulkan sama seperti virus biasa.

"Jadi jangan terlalu ditakutkan seperti malapetaka tidak lah ya," katanya.

"Karena kalau dikhawatirkan atau ditakutkan malah bisa menjadi menimbulkan dampak yang lain. Justru hal ini yang dihindari, dampak kepanikan dan sebagainya," ujar pria yang memiliki kembaran ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved