Berita Pagaralam

Aktivitas Gempa Tektonik di Pagaralam Meningkat, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada

Bahkan dalam empat hari terakhir ini terjadi peningkatan aktivitas kegempaan di sekitar patahan sekitaran barat Gunung Dempo, Kota Pagaralam

Sripo/ Wawan Septiawan
Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam yang masih tampak normal meskipun akhir-akhir ini terjadi gempa disekitar wilayah Kota Pagaralam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-PMG Ahli Muda BMKG, Stasiun Geofisika Kepahiang-Bengkulu, Sabar mengeluarkan realese terkait aktivitas kegempaan Tektonik diwilayah Kota Pagaralam akhir-akhir ini.

Bahkan dalam empat hari terakhir ini terjadi peningkatan aktivitas kegempaan di sekitar patahan sekitaran barat Gunung Dempo, Kota Pagaralam.

Kekuatan gempa mulai dari M1,5 hingga M3,2 terjadi di patahan sekitaran barat meliputi kawasan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat dan Gunung Dempo Kota Pagaralam.

PMG Ahli Muda BMKG, Stasiun Geofisika Kepahiang-Bengkulu, Sabar Ardiansyah, Kamis (12/3/2020) menjelaskan, total kejadian gempa kecil mencapai sepuluh kejadian dalam waktu empat hari.

"Rinciannya dua gempa pada tanggal 27 Februari 2020, satu kali gempa tanggal 4 Maret 2020, dua gempa tanggal 6 Maret 2020, empat gempa pada tanggal 9 Maret 2020, serta satu gempa pada tanggal 11 Maret 2020. Dengan kekuatan gempa yang terjadi mulai dari M1,5 hingga M3,2," ujarnya saat dihubungi via ponselnya, Kamis (12/3/2020).

Aktivitas kegempaan yang terjadi secara beruntun ini termasuk aktivitas yang di luar kebiasaan patahan lokal khususnya yang ada di Pagaralam.
Pasalnya jarang sekali gempa kecil secara beruntun terjadi pada lokasi ini.

Patahan lokal yang ada di Pagaralam ini merupakan bagian dari patahan/besar Sumatera yaitu Segmen Manna. Patahan ini memanjang mulai dari Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kemudian melintasi sepanjang bukit barisan sisi barat Gunung Dempo antara Tanjung Sakti dan Kota Pagaralam, terus memanjang di bukit barisan yang ada di Kecamatan Semendo-Kabupaten Muaraenim.

Dikatakan Sabar, melihat aktivitas kegempaan akibat patahan lokal ini meningkat beberapa hari belakangan, warga diimbau untuk waspada.

"Dengan peningkatan aktivitas kegempaan di patahan lokal di sekitar Gunung Dempo, belum bisa diprediksi secara tepat kapan dan berapa besar kekuatan gempa yang akan terjadi. Namun, lokasi-lokasi kejadian sudah dapat dipetakan secara ilmiah oleh kami," katanya.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved