Tol Palembang Kayuagung
Jadwal Jokowi Resmikan Tol Palembang Kayuagung Mundur karena Ada Isu Corona
Ditengah para petugas tengah mengebut pekerjaan fisik, sejumlah fasilitas di sana malah dicolong oleh oknum warga
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Jalan tol Kayuagung-Palembang hampir rampung dalam sisi pengerjaan fisik.
Namun masih ada beberapa pekerjaan tengah dikebut yakni pemasangan Jembatan Ogan (Penghubung tol Palembang-Betung) yang diperkirakan rampung pada Maret-April.
Untuk exit tol, telah disiapkan tiga gate temporary di pintu tol Jakabaring yang siap digunakan pada saat usai diresmikan nanti.
"Sebenarnya direncanakan bulan ini diresmikan pak Jokowi, tetapi karena ada isu virus corona jadi diundur. Dua minggu sebelum lebaran tol ini dipastikan fungsional dan digratiskan selama satu bulan selama masa sosialisasi," terang Kepala Proyek Tol Seksi satu, ruas Kayuagung - Palembang (Kapal) Gunawan, Selasa (10/3/2020).
Jelang peresmian, kondisi miris terjadi di jalan tol Kayuagung-Palembang.
Ditengah para petugas tengah mengebut pekerjaan fisik, sejumlah fasilitas di sana malah dicolong oleh oknum warga.
• 20 Tiang Pembatas Tol Kayu Agung-Palembang Hilang, Pagar Pengaman Juga Dirusak OTD
Barang-barang seperti tiang guard rail (pagar pembatas), dan pagar panel pembatas di area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dirusak oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Gunawan mengatakan, kerusakan dan kehilangan yang terjadi di jalan bebas hambatan tersebut terjadi di beberapa lokasi seperti di STA 52 yang mengalami kecolongan pagar pengaman dan pembatas mencapai 20 unit.
"Sudah beberapa waktu belakang beberapa fasilitas kita dicolong oknum warga. Padahal kita tengah mengebut penyelesaian fisik," katanya.
Diakuinya, dicurinya beberapa fasilitas umum tersebut dari sisi materi memang tak terlalu besar hanya sekitar Rp 50 juta.
Hanya saja hilangnya fasilitas itu cukup mengganggu pekerjaan.
Dimana pihaknya harus melakukan pengadaan ulang barang dan melakukan pekerjaan, sehingga menyita cukup banyak waktu.
Menurut Gunawan, pagar pembatas dan pengaman itu memiliki fungsi sangat vital yakni sebagai penahan ketika mobil akan keluar jalur tol.
Apabila tak ada besi-besi tersebut, maka dikhawatirkan dapat berakibat fatal pada saat kendaraan melintas.
"Permasalahan ini sudah kita laporkan ke pihak berwajib. Kami minta juga kepada warga jangan melakukan pengerusakan lagi. Apalagi ini merupakan fasilitas umum milik negara," jelasnya.