Berita Prabumulih

Terkait Kerusakan Parah di Jalan Lingkar Timur Prabumulih, Walikota Hanya Bisa Membuat Laporan

Warga bahkan memasang kayu di jalan berlubang agar kendaraan tidak melintas dan tidak terjebak alias mogok di jalan rusak itu

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Jalan Lingkar Timur Prabumulih rusak parah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih kembali mengalami kerusakan parah dan nyaris membuat kendaraan tidak bisa melintas disebabkan banyak lubang dengan kedalaman hinga setengah meter.

Pantauan Tribunsumsel.com, sejumlah titik kerusakan parah terjadi di Jalan lingkar timur mulai dari simpang tugu nanas Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat hingga simpang Air Mancur Kecamatan Cambai.

Warga bahkan memasang kayu di jalan berlubang agar kendaraan tidak melintas dan tidak terjebak alias mogok di jalan rusak itu.

Jalan berlubang itu sendiri layaknya kubangan kerbau dimana digenangi air yang berlumpur berwarna kecoklatan.

Kendaraan roda empat hingga bertobase besar terpaksa melintas dengan cara zig zag untuk menghindari lubang yang mengangga dengan kedalaman mencapai setengah meter itu.

Putuskan Keluar Setelah 6 Tahun Sembunyi di Rumah, Buronan Kasus Perampokan Ini Langsung Ditangkap

Kondisi itu sering membuat pengendara khususnya yang baru pertama melintas terjebak dan mogok, terlebih lagi ketika hujan dimana lubang menjadi tertutup.

Para pengguna jalan khususnya para sopir truk mengharapkan pemerintah melakukan perbaikan terhadap jalan negara dengan panjang sekitar 23 kilometer tersebut.

"Harapan kita diperbaiki karena sudah rusak parah dan susah dilewati, hendaknya pemerintah segera membangun," ungkap Bambang, satu diantara pengendara ketika dibincangi wartawan akhir pekan lalu.

Hal yang sama disampaikan oleh Dori mengharapkan sebelum banyak korban berjatuhan terperosok ke rusak maupun mogok.

"Pemerintah provinsi atau pusat karena ini jalan negara hendaknya segera melakukan perbaikan, jangan sampai banyak korban jiwa kecelakaan baru melakukan perbaikan," bebernya seraya mengatakan jalan itu terakhir diperbaiki balai besar pada 2018 dan hingga saat ini belum ada perbaikan lagi.

Polisi Pergoki Penjual Es Curi Susu Formula di Minimarket, Lihat Kenyataan Pilu Anak Bayinya

Dori mengatakan, meski kondisi jalan rusak parah namun para sopir tidak ada pilihan alternatif melintas disebabkan untuk melintas jalan sudirman yang merupakan jalan milik kota Prabumulih tidak diperbolehkan.

"Susah kita melintas, apalagi selain rusak parah banyak pungli. Untuk lewat sudirman tidak boleh karena melanggar peraturan walikota Prabumulih, susah kita," keluhnya.

Sementara itu, Adi Susanto SE yang merupakan tokoh masyarakat kota Prabumulih menyesalkan jalan lingkar yang dihibahkan masyarakat tersebut rusak parah dan susah dilalui kendaraan maupun para petani ketika mengangkut hasil panen.

"Itulah disesalkan kenapa dialihkan statusnya sehingga untuk memperbaiki jadi susah. Dulu masyarakat menghibahkan lahan agar dibangun dan lalulintas lancar, jalan bagus dan mudah mengangkut hasil pertanian. Kalau jadi jalan kota mudah diperbaiki tapi malah tukar guling jadi jalan negara sehingga susah diperbaiki," ujarnya.

Pria Berpenutup Wajah Tiba-tiba Mendekat dan Menembak, Deni Bingung Selama Ini Tidak Ada Musuh

Adi menjelaskan, semestinya jika jalan pemerintah kota akan mudah pemerintah kota Prabumulih melakukan perbaikan, kalau jalan negara susah harus lapor dulu dan lama diperbaiki. "Selain itu dihibahkan itu dua jalur tapi diperbaiki hanya satu jalur," sesalnya.

Menanggapi itu Walikota Prabumulih, Ridho Yahya mengungkapkan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dan paling melalui dinas terkait melaporkan permasalahan itu ke balai besar agar dilakukan perbaikan.

"Terkait jalan lingkar kita tidak bisa berbuat apa-apa karena merupakan jalan negara, kita akan koordinasi dan melaporkan kerusakan itu agar diperbaiki pemerintah pusat melalui balai besar," katanya singkat. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved