Indosat Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 12,9 persen

Indosat Ooredoo bertumbuh dengan sehat pada tahun 2019 seiring dengan strategi perusahaan untuk melayani kebutuhan pasar telekomunikasi Indonesia.

Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
Tribunsumsel.com/indosatooredo
Indosat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTAIndosat Ooredoo bertumbuh dengan sehat pada tahun 2019 seiring dengan strategi perusahaan untuk melayani kebutuhan pasar telekomunikasi Indonesia.

Sepanjang tahun lalu total pendapatan Indosat Ooredoo tumbuh sebesar 12,9 persen menjadi sebesar Rp26,1 triliun, pendapatan seluler tumbuh sebesar 14,7 persen menjadi sebesar Rp20,7 triliun, dan EBITDA mencapai Rp9,9 triliun, atau tumbuh kuat sebesar 51,6 persen YoY.

Dari sisi pelanggan seluler, perusahaan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan pada akhir tahun 2019, dan Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp27,9 ribu dari tahun sebelumnya sebesar Rp18,7 ribu, yang utamanya disebabkan oleh tingginya peningkatan trafik data sebesar 71,6 persen YoY.

Sedangkan dari sisi laba bersih sebesar tercatat pada angka Rp1.569,0 miliar atau naik sebesar hampir Rp4 triliun dibandingkan rugi bersih di tahun 2018 yang disebabkan oleh perbaikan EBITDA dan penjualan menara.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan perseroan berhasil melaksanakan strategi tiga tahun Perusahaan, dan hal ini menyebabkan kinerja keuangan yang solid sesuai.

"Kami berinvestasi untuk meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G kami, langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data Perusahaan," katanya melalui rilis resmi, Sabtu (29/2/2020).

Sejalan dengan langkah tersebut, ujar dia, untuk masa yang akan datang pihaknya ingin memainkan peran utama dalam membangun ekosistem digital Indonesia, dengan menghadirkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman bagi pelanggan yang akan menciptakan nilai bagi pemegang kepentingan perseroan.

Ahmad menyebutkan, dalam hal operasional berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif, mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44 persen pada akhir tahun 2017 hingga mencapai hampir 90 persen di tahun 2019 serta meningkatkan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia secara signifikan.

Sebagai bukti momentum pencapaian
sepanjang tahun Indosat Ooredoo telah berhasil meraih penghargaan bergengsi Gold Stevie® Award Asia Pacific Award untuk Innovation in Technology Development. Perusahaan telah
mengoperasikan total 124.144 BTS per 31 Desember 2019, meningkat sebesar 49.218 BTSdibandingkan tahun lalu. Sampai dengan saat ini, Perusahaan mengoperasikan BTS 4G sebanyak 48.048.

"Selain itu, kami juga mendapat pengakuan untuk ‘Best Bundling Program’ dan ‘Most Innovative Data Package’ dari Selular Awards. Kami juga mendapat nilai yang baik untuk ASEAN Corporate Governance Scorecard, dengan nilai di atas rata-rata dibandingkan dengan 100 Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia, atas keberhasilan meningkatkan nilai kepuasan pelanggan," jelasnya.

Dijelaskan Ahmad, pihaknya juga telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara perusahaan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Professional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi sebesar Rp6,39 triliun.

Penjualan ini akan mendukung rencana strategis Indosat Ooredoo untuk meningkatkan pengalaman jaringan lebih lanjut, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi pelanggan.

"Tahun ini arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar, dengan EBITDA margin pada kuadran persentase 30 persen atas, serta CAPEX diantara Rp8,5 sampai dengan Rp9,5 triliun." ujar Ahmad.(rel)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved