Breaking News:

Sumsel Kembali Cetak Rekor MURI, Jadi Daerah Lumbung Sapi dengan Inseminasi Buatan Terbanyak

Terobosan Pemkab OKU Timur melakukan estrus inseminasi buatan patut dicontoh bagi daerah lainnya.

humas pemprov sumsel
Sinkronisasi Estrus Inseminasi Buatan Pecahkan Rekor MURI di Kab. OKU Timur 

 TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengakui Kabupaten OKU Timur saat ini sudah jauh mengalami kemajuan dari Kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Bahkan pondasi pembangunan yang dibangunnya pada saat menjabat Bupati OKU Timur dua periode tahun 2005-2015 lalu terus dilanjutkan oleh penggantinya HM Kholid Mawardi.

"Saat ini OKU Timur tidak lagi mengejar kesetaraan dengan daerah lain. Malah OKU Timur jauh lebih maju dengan terobosan inovatif yang dilakukan pak Kholid," tegas Herman Deru saat menyampaikan sambutan pada acara

Sinkronisasi Estrus Inseminasi Buatan Pecahkan Rekor MURI serta Pelaksanaan Gema Musi Elok Kab. OKU Timur desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/2).

Menurut Herman Deru, terobosan Pemkab OKU Timur melakukan estrus inseminasi buatan patut dicontoh bagi daerah lainnya. Apalagi OKU Timur pada era tahun 80-an menjadi sentara daging di Sumsel untuk menyuplai sejumlah daerah di Sumatera dan Jawa. Namun dikarenakan adanya faktor keamanan pada tahun 2000-an terjadi penurunan drastis jumlah ternak sapi warga di OKU Timur jumlahnya tidak lebih dari 8 ribu ekor.

"Nah sekarang ini jumlah ternak sapi di OKU Timur kembali menggeliat. Selain melalui gerakan inseminasi buatan juga ditunjang faktor keamanan. Saya terimakasih bayak dengan Kapolres yang telah menjaga keamanan," tegas Herman Deru.

Herman Deru berharap produksi daging sapi, ikan dan hasil pertanian di OKU Timur tidak hannya selalu untuk dijual.

Atau jika diistilahkan jangan sampai jual beras makan tiwul. Artinya pemerintah harus mendorong agar masyarakat gemar mengkonsumsi daging, ikan, minum susu dan telur.

"Hasil produksi itu jangan semuanya di jual, tetapi bagaimana kita juga gaungkan agar masyarakat kita juga gemar makan daging. Ini juga salah satu cara kita menekan jumlah penderita stunting," imbuh Herman Deru.

Terkait dengan diberikannya Penghargaan Rekor Muri kepada dirinya sebagai Gubernur yang sukses dalam meningkatkan populasi ternak di Sumsel bersama dengan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dan Kadis Perikanan dan Peternakan OKU Timur Tubagus Sunarseno. Gubernur Herman Deru mengaku ini merupakan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak di Sumsel melalui inseminasi buatan terbanyak di Indonesia yang dilakukan di OKU Timur.

"Bayangkan saja pada tahun 2020 ini melalui inseminasi buatan yang telah berjalan ditarget 11 ribu ekor sapi anakan di OKU Timur. Ini patut kita apresiasi," tandasnya.

Sementara itu sebelumnya Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dalam sambutannya menegaskan, seluruh daging dan produksi ikan patin OKU Timur akan ditampung oleh salah satu pengusaha dari Jakarta. Bukan itu saja OKU Timur akan menjadi salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pembuatan mobil bekerjasama dengan PT SMK.

"Lahan yang telah disiapkan untuk lokasi Kompleks pergudangan 50 hektar. Jadi jadi produksi daging dan ikan akan kita ekspor ke Arab Saudi. 440 ton sudah dijatah untuk ekspor per tahunnya," tegas Kholid.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir H. Tubagus Sunarseno dalam laporannya menyebutkan, target OKU Timur anak sapi 11 ribu ekor pada tahun 2020 terbanyak di Indonesia.

Wujud komitmen pemerintah mengejar swasembada daging.

"Estrus Inseminasi buatan digelar serentak di 20 Kecamatan di OKU Timur. Selain itu hari ini kita juga resmikan gerakan minum susu dan makan telok "Musi Elok" yang dilakukan melalui pembagian paket bagi balita dan penyandang stunting di OKU Timur," tandasnya. (Rel)

Editor: Lisma Noviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved