Putra Sulung Amrozi Pelaku Bom Bali 1 Merasa Hidup Seperti 'Sampah': Tak Dianggap, Susah Cari Kerja

Setelah penangkapan dan eksekusi, Mahendra mengatakan dia bahkan sempat ingin mengikuti dan "melanjutkan apa yang dilakukan bapak".

Putra Sulung Amrozi Pelaku Bom Bali 1 Merasa Hidup Seperti 'Sampah': Tak Dianggap, Susah Cari Kerja
Kolase
Amrozi dan putranya, Zulia Mahendra 

TRIBUNSUMSEL.COM - Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1 merasa seperti 'sampah' karena kesalahan sang ayah.

Dirinya bahkan mengikuti jejak sang ayah.

Namun niat tersebut diurungkannya karena teringat dengan buah hatinya.

Zulia menuturkan tekadnya berjihad demi keluarga dan menjaga anak-anaknya.

Ia mengaku berkeinginan agar anak-anaknya tak seperti dirinya yang terbebani dan dikucilkan orang karena kesalahan bapaknya.

Selama bertahun-tahun, Zulia Mahendra merasa seperti "sampah".

Ia dijauhi masyarakat, sulit mencari kerja, dan merasakan depresi, ada satu momen yang membuatnya menangis.

Momen ketika melihat anaknya tidur, anak yang selalu dipeluk ketika pulang, dan pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Hal itu yang menimbulkan tekad untuk membesarkan anak dan "berjihad untuk keluarga."

Itulah yang dikatakan Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1.

Halaman
1234
Editor: Weni Wahyuny
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved