Sedih dan Menyesal! Kelakuan Sang Ibu Jadi Pemicu Siswi SMA Dihamili Adik Kandungnya yang Masih SD

Sedih dan Menyesal! Kelakuan Sang Ibu Jadi Pemicu Siswi SMA Dihamili Adik Kandungnya yang Masih SD

Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Grafis Ibu Hamil 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sedih dan Menyesal! Kelakuan Sang Ibu Jadi Pemicu Siswi SMA Dihamili Adik Kandungnya yang Masih SD

Sang ibu pun akhirnya angkat suara soal anaknya siswi SMA yang dihamili adik kandungnya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) atau melakukan hubungan terlarang terjadi di Pasaman, Sumatera Barat

Mengaku menyesal dengan perbuatan kedua anaknya, Ibu dari SHF siswa SMA yang hamil dengan adik kandungnya. 

Akibat dari perbuatan sedarah itu, SHF diketahui hamil dan telah melahirkan seorang bayi.

 

Sayangnya siswi SMA ini memilih untuk membuang bayinya di sebuah selokan milik tetangga.

Jasad bayi dari perbuatan sedarah kakak beradik ini pun akhirnya ditemukan oleh tetangga dan mulai diusut oleh polisi.

Menyusul sang anak yang kini telah ditahan, sang ibu mengungkapkan penyesalannya.

"Ibunya sedih dan menyesal," kata Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi yang dihubungi Kompas.com, Rabu (19/2/2020).

Kepada polisi YM, orangtua SHF dan IK menceritakan penyebab dirinya lepas kontrol pada kedua anaknya.

Menurut Lazuardi, karena keadaan ekonomi membuat YM kurang memperhatikan anak-anaknya.

Diketahui ssetelah bercerai dari sang suami, YM menjadi tulang punggung keluarga.

Ia menjadi orangtua tunggal bagi keempat anaknya termasuk SHF dan IK.

"Berdasarkan keterangan YM, dia terpaksa kurang memperhatikan anak-anaknya karena keadaan ekonomi.

 

Siswi SMA Buang Bayi Hasil Hubungan dengan Adiknya, Ternyata Semua Itu Karena Kelakuan Ibunya
Siswi SMA Buang Bayi Hasil Hubungan dengan Adiknya, Ternyata Semua Itu Karena Kelakuan Ibunya (Kolase TribunStyle)

Tak hanya itu YM juga mengaku dirinya harus berangkat kerja pagi-pagi.

Sehingga tak ada waktu bagi YM untuk sejenak mengurus kebutuhan bahkan memperhatikan pergaulan keempat anaknya.

Tiap pagi sudah pergi ke sawah sehingga anak-anaknya tidak ada yang mengurus," kata Lazuardi.\

Keadaan ekonomi dan perceraian, berimbas ke perilaku anak YM hidup bersama empat anaknya yang masih sekolah di Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

YM sendiri, kata Lazuardi pernah curiga ke SHF saat anaknya hamil.

"Awalnya dia tidak tahu, tapi pas tahu di kantor polisi, YM sedih dan terlihat menyesal," jelas Lazuardi.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Pasaman, Sumatera Barat, SHF (18) ditangkap polisi setelah diduga membuang bayi hasil hubungan sedarah (incest) dengan adiknya sendiri, IK (13).

SHF ditangkap polisi Senin (17/2/2020) saat dalam perjalanan sepulang praktek lapangan yang diadakan sekolahnya menuju Rao, tepatnya di depan Rumah Makan Tambuo jorong Rambahan Kauman, Tanah Datar.

Kasus tersebut berawal dari penemuan mayat bayi yang baru berumur hitungan hari oleh warga di daerah Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (16/2/2020).

Mayat bayi itu pertama kali ditemukan Syafriandi tergeletak dalam keadaan membusuk berada di saluran air kolamnya.

Kemudian warga itu melaporkannya kepada pihak kepolisian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Berhubungan intim dengan adik yang masih SD

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Berdasarkan hasil olah TKP, dan fakta-fakta di lapangan serta keterangan saksi, bayi itu diduga dibuang orang tuanya sendiri, SHF.

Tak butuh lama kemudian polisi melakukan penangkapan atas pelaku pembuangan bayi tersebut yang tak lainadalah SHF.

Saat berhasil ditangkap, SHF lantas menjelaskan kronologi perbuatannya hingga nekat membuang sang jabang bayi.

Kepada polisi SHF mengaku hamil usai melakukan hubungan intim dengan adik kandungnya sendiri yang berinisial IK (13) yang masih duduk kelas 6 SD sekitar bulan Juli- Agustus 2019 lalu.

Kemudian pada Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, SHF melahirkan anak laki-laki saat buang air besar di dekat rumahnya.

Kemudian, SHF membuang bayi tersebut ke saluran air di dekat rumahnya tersebut sehingga akhirnya diketahui warga.

Polisi akhirnya menetapkan SHF sebagai tersangka yang dijerat pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo pasal 341 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (Kompas.com/Perdana Putra)

 

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Pengakuan Ibu Siswi SMA Pembuang Bayi Hasil Hubungan Terlarang dengan Adik: Saya Sedih dan Menyesal


Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved