Kronologi Penangkapan Perawat yang Jadi Pecandu Narkoba, Sabu Dipasok Teman Kuliah

S seorang perawat sebuah klinik kesehatan di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas

Kronologi Penangkapan Perawat yang Jadi Pecandu Narkoba, Sabu Dipasok Teman Kuliah
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
S dan rekan-rekannya saat dirilis Polres Lubuklinggau, Selasa (18/2/2020). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - S seorang perawat sebuah klinik kesehatan di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas meneteskaan air mata menyesali perbuatannya.

Warga Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II ini ditangkap Sat Res Narkoba Polres Lubuklinggau ketika tengah bertransaksi narkoba.

Wanita berusia 46 tahun itu ditangkap di Jl Raya Bengawan Solo Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Minggu (16/2/2020) dinihari..

Dari tanggannya polisi mengamankan barang bukti satu bungkus plastik klip berisikan kristal putih jenis shabu sebanyak 0.48 gram, satu unit handphone merk nokia warna merah dan satu unit mobil Daihatsu Ayla warna silver dengan nomor polisi BG 1296 HE.

Wanita Perawat di Mursirawas Bisa Sampai Kecanduan Narkoba, Padahal Dia Bekerja di Klinik Kesehatan

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Kasat Narkoba, Iptu Sopian Hadi menyampaikan S ditangkap bersama temannya HJ (40 tahun) warga Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

"Keduanya ditangkap bersamaan. S berprofesi sebagai perawat, sementara HJ adalah buruh," ujar Dwi pada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Selesai diamankan kemudian dilakukan pengembangan kepada keduanya, hasilnya narkoba yang mereka dapat mereka akui berasal dari daerah Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kemudian didapat informasi tersangka lainnya Darwin Hardiyanto (46) dan Yudi Prayoga (25 tahun), lalu dilakukan pemancingan, akhirnya keduanya bersedia datang ke Lubuklinggau.

"Keduanya pun dapat diamankan, dari keduanya kita mendapat barang bukti 21,43 gram," ujarnya.

Dwi menyebutkan, usut punya usut ternyata S dan Darwin Hardiyanto merupakan teman kuliah di satu universitas kesehatan.

Pertemanan itu pula akhirnya membawa keduanya menjadi pengedar narkoba.

"Untuk S perawat di klinik kecantikan di suatu desa di Musi Rawas, sedangkan Darwin walaupun seorang perawat tapi tidak bekerja," ungkapnya.

Setelah menangkap jaringan S dan Darwin polisi juga mengamankan tersangka Hardiansyah alias Har dirumahnya. Lorong Makmur, RT 10 Kelurahan Kenangan II, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Dari tangannya diamankan barang bukti 0,23 gram didalam satu buah tas merek eiger," ujarnya. (Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved