Berita Banyuasin

Pol PP Gerebek Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Jalintim Banyuasin, 3 Wanita Diamankan

Satuan Pol PP Banyuasin menggerebek praktik prostitusi berkedok warung kopi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang -Betung

Pol PP Gerebek Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Jalintim Banyuasin, 3 Wanita Diamankan
Tangkap layar via TRIBUN LAMPUNG
Ilustrasi Pol PP gerebek praktik prostitusi 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Satuan Pol PP Banyuasin menggerebek praktik prostitusi berkedok warung kopi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang -Betung.

Tiga wanita penghibur diamankan saat operasi yang digelar Satpol PP Banyuasin, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu, ketiga wanita yang diamankan berinisial An, Wr, dan Ay.

Wanita ini mengaku tarif sekali kencan Rp 150 ribu.

Ketiganya diamankan di kantor Satpol PP Banyuasin.

Dari penggerebekan itu, juga diamankan barang bukti kondom, tisu penambah stamina dan barang bukti lainnya.

Isu Harga Gas Hingga Tarif Dasar Listrik Naik Tahun Ini, Ini Kata Pemerintah

Kasat Pol PP Banyuasin Drs H Indra Hadi melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Supadi menjelaskan, penggrebekan dilakukan lantaran ada informasi dari masyarakat yang resah maraknya praktek prostitusi di wilayah Banyuasin.

"Dari laporan itu kita melakukan razia dan beberapa kali bocor. Terakhir kita melakukan pengintelan ternyata benar, kita gerbek ada beberapa pasangan yang melakukan hubungan terlarang," ujar Supadi.

Saat ini pihaknya dengan tegas melakukan penutupan usaha warung kopi tersebut.

Warga Amankan Seorang Perempuan, Polisi Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak di Empat Lawang

"Kita tutup, sebab pertama sudah kita ingatkan sudah buat pernyataan pemilik warung agar tidak melakukan perbuatan prostitusi tapi kita buktikan masih melakukan," tutur Supadi yang menutup warung di Desa Pulau Punjung Sembawa.

Untuk ketiga wanita didata dan diberikan pembinaan.

Sedangkan pemilik dikenakan saksi Perda kurungan maksimal 3 bulan denda maksimal 5 juta.

"Tempat tempat usaha akan ditutup," ucapnya.

Wanita yang diamankan itu kemudian di tes urine, tes darah terus untuk mengetahui apakah ada indikasi penyakit HIV atau penyalahgunaan narkoba.

"Kalau ada indikasi penggunaan narkoba maka akan dilakukan proses hukum di Polres Banyuasin," tegas dia. (SP/ Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved