Aduh, Masih Ada 4 Kelurahan di Kota Lubuklinggau Tak Dialiri Listrik, Khawatir Kriminalitas Naik

Saat ini Kelurahan Petanang Ulu, Marga Rejo, Taba Baru, dan Lubuk Durian Watas di Kota Lubuklinggau belum sepenuhnya teraliri listrik

Aduh, Masih Ada 4 Kelurahan di Kota Lubuklinggau Tak Dialiri Listrik, Khawatir Kriminalitas Naik
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Disperkim Kota Lubuklinggau, Trisco Defriansyah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini Kelurahan Petanang Ulu, Marga Rejo, Taba Baru, dan Lubuk Durian Watas di Kota Lubuklinggau belum sepenuhnya teraliri listrik karena terkendala jaringan yang putus.

Jaringan listrik di wilayah tersebut terputus sudah sejak lama. Akibatnya warga di wilayah tersebut khawatir tindak kriminalitas meningkat.

Sandi (30) warga Kelurahan Taba Baru mengatakan sudah pernah meminta bantuan kepada pemerintah kelurahan untuk segera menyampaikan aspriasi mereka untuk penyambungan jaringan listrik ke PLN.

"Akibat jaringan listrik putus, kami was-was, apalagi kalau mau bepergian malam hari, takut terjadi apa-apa, kalau mau pergi beriringan," katanya, Rabu (12/2/2020).

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sesegera mungkin mengajukan penyambungan jaringan listrik yang terputus kepada PLN untuk segera ditindak lanjuti.

"Kalau harapannya cepat disambungkan lagi, supaya terang, saat ini mungkin aman, tapi entah selanjutnya, apalagi sekarang memasuki musim paceklik," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lubuklinggau, Trisco mengatakan jika tahun ini Pemkot sudah mengajukan permohonan penyambungan jaringan listrik di empat kelurahan itu.

"Untuk masalah kelurahan yang belum teraliri listrik sebenarnya tidak ada lagi, namun untuk jaringan yang terputus ada, dan sudah kita usulkan dengan pihak PLN," paparnya.

Trisco mengatakan, empat kelurahan yang diusulkan tersebut masuk dalam skala prioritas, karena wilayah itu jaringannya terputus, dan dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.

"Waktu rapat kemaren di Palembang, kita diundang memang fokus ke desa-desa. Tapi karena ada yang belum tersambung kita ajukan. Termasuk akses menuju balai BPP, dan menuju TPA yang terputus beberapa waktu lalu," terangnya. (Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved