Diduga Rel Tertutup Tanah Longsor di Lahat, Kedatangan Kereta Api Stasiun Lubuklinggau Molor

Para penjemput yang biasanya datang ke stasiun KA Lubuklinggau sebelum pukul 03.00 jadi kecele.

Diduga Rel Tertutup Tanah Longsor di Lahat, Kedatangan Kereta Api Stasiun Lubuklinggau Molor
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Kereta Api (KA) Sindang Marga yang berangkat dari Stasiun Kertapati Palembang pada Senin (10/2/2020) terlambat tiba di Stasiun Lubuklinggau. Keterlambatan ini diakibatkan adanya tanah longsor diwilayah Kabupaten Lahat yang menutup jalur rel KA sehingga kondisi rel berubah. Tampak kondisi stasiun KA Lubuklnggau Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 06.30, saat kereta baru masuk. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kereta Api (KA) Sindang Marga yang berangkat dari Stasiun Kertapati Palembang pada Senin (10/2/2020) terlambat tiba di Stasiun Lubuklinggau.

Keterlambatan ini diakibatkan adanya tanah longsor diwilayah Kabupaten Lahat yang menutup jalur rel KA sehingga kondisi rel berubah.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (11/2/2020), KA Sindang Marga dari Statisun Kertapati Palembang biasanya tiba di Stasiun Lubuklinggau sekiitar pukul 03.00 dinihari.

Namun baru masuk sekitar pukul 06.35 atau terlambat sekitar 3,5 jam.

Para penjemput yang biasanya datang ke stasiun KA Lubuklinggau sebelum pukul 03.00 jadi kecele.

Mereka pun bertanya-tanya, setelah lewat pukul.03.00, kereta belum juga tiba.

"Biasanya kereta sampai pukul 03.00. Ini sudah hampir pukul 03.30 kereta belum masuk juga," ungkap Latif, salah seorang penjemput dibincangi Sripoku.com disela menunggu kedatangan keluarganya yang naik kereta di Stasiun Lubuklinggau, Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 03.30 dinihari.

Dia mengaku tanggung untuk pulang, karena lokasinya cukup jauh dari stasiun, yaitu di Muratara.

"Tunggu sajalah, mau pulang ke Muratara jauh," ujarnya.

Sementara itu, beberapa penjemput lainnya, terutama warga Lubuklinggau, yang belakangan mengetahui bahwa kedatangan kereta terlambat karena ada informasi tanah longsor dan tertahan di Lahat, memilih pulang ke rumah.
"Pulang dulu, nanti datang lagi, paling cepat jam 06.00 kereta baru masuk, masih lama, lebih baik istirahat di rumah," ujarnya. (ahmad farozi/SP)

Disclaimer: hingga berita ini diterbitkan, Tribun Sumsel masih mencari konfirmasi dari pihak terkait.

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved