Perampok Sadis Palembang Ditembak Mati

Tojang Ditembak Mati, Bandit Meresahkan di Plaju Sering Bobol Rumah, Tempat Ibadah, dan Sekolah

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengungkapkan, tersangka dinilai sangat meresahkannya, terutama di daerah Plaju dan sekitarnya

Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji menjelaskan kronologi penangkapan dan penembakan Hendri, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Berakhir sudah petualangan Hendri alias Tojang (35), spesialis bobol rumah di Palembang.

Sempat terlibat baku tembak dengan polisi, warga Plaju ini akhirnya terkena tembakan.

Hendri mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel setelah ditembak petugas karena saat akan ditangkap, residivis kasus pencurian ini berusaha melawan dan mengacungkan senjata api ke arah polisi.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengungkapkan, tersangka dinilai sangat meresahkannya, terutama di daerah Plaju dan sekitarnya.

"Banyak laporan yang masuk ke polisi, ada 9 laporan. Tersangka ini sering mencuri di rumah-rumah warga, di gudang, tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja," kata Anom kepada wartawan di RS Bhayangkara, Kamis (6/2/2020).

BREAKING NEWS, Polisi Tembak Mati Perampok Sadis di Palembang, Tercatat 9 Laporan

Dijelaskan Anom, tersangka dalam melancarkan aksinya, beraksi sendirian.

Tersangka juga kerap membawa senjata tajam dan senjata api setiap melancarkan aksi pencurian.

"Terakhir, beberapa hari lalu, tersangka mencuri sejumlah barang di sebuah sekolah di Plaju, mulai dari jam dinding sampai mesin pompa air disikat tersangka," ungkap Anom.

Karena keresahan masyarakat dan kepemilikan sajam serta senpi, tim gabungan Hunter Satreskrim Polrestabes Palembang dan Tim Buser Polsek Plaju mendatangi kediaman tersangka di Jalan DI Panjaitan, Plaju pada Rabu (5/2/2020) malam.

Warga Ngeri Melintas di Liku Lematang Tempat Kecelakaan Bus Sriwijaya, Pembatas Belum Diperbaiki

Sempat terjadi baku tembak antara polisi dan tersangka hingga tersangka tewas tertembak di bagian dada.

"Tersangka ini melawan petugas dengan senjata api yang dimilikinya sehingga kita berikan tindakan tegas terukur," ujar Anom.

Polisi juga menyita barang bukti hasil kejahatan tersangka berupa laptop, jam dinding, obeng, mesin gerinda beserta sebilah sajam dan senpi berisi 3 butir amunisi.

Anom menegaskan, pihaknya tidak segan menindak tegas pelaku kejahatan yang meresahkan dan mengancam keselamatan petugas.

"Kiranya diimbau kepada para pelaku kejahatan agar pikir dua kali atau pikir-pikir lagi kalau mau jadi sampah masyarakat, kalau tidak mau nasibnya seperti almarhum ini," tandas Anom.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved