Berita Pendidikan

Tolak Penghapusan Guru Honor, DPRD Sumsel Minta Kejelasan Akan Temui 2 Kementerian

DPRD Sumsel ingin meminta kejelasan, terkait wacana penghapusan honorer guru dan sejumlah permasalahan yang ada saat ini

Tolak Penghapusan Guru Honor, DPRD Sumsel Minta Kejelasan Akan Temui 2 Kementerian
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
DPRD Sumsel menerima audiensi jajaran pengurus PGRI Provinsi Sumsel dan aliansi guru honorer se-Sumsel di ruang rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Sumsel, Senin (3/2/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pimpinan dan Komisi V DPRD Sumsel, dijadwalkan, menemui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kemendikbud pada 10 Februari 2020.

DPRD Sumsel ingin meminta kejelasan, terkait wacana penghapusan honorer guru dan sejumlah permasalahan yang ada saat ini.

"Jadi, seluruh anggota DPRD Sumsel tanpa terkecuali concern dan mendukung agar fungsi pendidikan itu harusnya sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati, saat menerima audiensi jajaran pengurus PGRI Provinsi Sumsel dan aliansi guru honorer se-Sumsel di ruang rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Sumsel, Senin (3/2/2020).

Menurut Anita, nantinya seluruh pimpinan dan anggota Komisi V yang dipimpin Muchendi Mahzareki juga bakal menyampaikan penolakan tegas penghapusan guru honorer.

DPRD Sumsel menilai masih membutuhkan guru honor terutama untuk sekolah-sekolah di daerah pelosok.

"Salah satu bukti keberpihakan DPRD Sumsel kepada guru honorer SMA-SMK se-Sumsel, pada APBD tahun 2019 lalu kita alokasikan anggaran sebesar Rp11,3 miliar untuk membayar guru honorer."

"Tapi kenapa justru ada yang belum dibayarkan itu menjadi tanggungjawab Disdik Sumsel dan kami pertanyakan juga hal itu," imbuhnya.

Senada disampaikan Koordinator Komisi V DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki yang berharap PGRI Sumsel dan aliansi guru honorer, bisa membantu memberikan data-data terkait alokasi dan kebutuhan guru di Sumsel.

"Jadi saat menghadap ke Kemen PAN-RB nanti, kami setidaknya punya bahan bahwa benar keberadaan guru honorer ini masih sangat dibutuhkan," ungkapnya.

Putra mantan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki ini, mengaku bisa merasakan kondisi dan dilema yang dihadapi guru honorer ini, karena dirinya juga terlahir dari orang tua yang juga berprofesi sebagai guru ini.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved