Breaking News:

Pemkot Palembang Mulai Atur Jadwal Pengangkutan Sampah, Diatur 2 Kali Sehari

Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya, terutama di daerah perkotaan seperti Palembang (3/2).

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Walikota Palembang Harnojoyo. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya, terutama di daerah perkotaan seperti Palembang (3/2).

Pemerintah Kota Palembang menggelar rapat penanganan pembuangan sampah liar serta mengenai titik TPS liar yang terdapat di seputaran Kota Pempek.

Rapat yang berlangsung pada pukul 08.30 hingga pukul 10.00 juga membahas mengenai pembagian waktu pembuangan sampah.

Berdasarkan wawancara dengan Walikota Palembang H Harnojoyo, pihaknya mulai hari ini akan melaksanakan pembagian waktu pembuangan sampah.

"Jadwal pembuangan ada dua, yaitu akan diberlakukan jam 9 malam sampai 4 pagi, untuk yang siang hari itu jam 9 pagi sampai 4 sore," kata Walikota Palembang.

Namun Walikota Palembang tersebut mengatakan jam pembuangan sampah tersebut tidak berlaku untuk TPS liar.

"Yang di TPS liar itu tidak diperkenankan, itu memang tidak boleh jam pembuangan sampah ini hanya diterapkan di TPS resmi yang disediakan pemerintah," ujar Harnojoyo.

Selain itu terdapat 177 titik TPS liar yang tersebar di berbagai wilayah seputaran Palembang.

"Untuk jumlah titik TPS liar lebih kurang ada 177 kalau TPS resmi kita ada 253 titik, nah keberadaannya nanti akan disosialisasikan oleh petugas bagi masyarakat yang belum mengetahui lokasi TPS tersebut," pungkasnya.

Walikota palembang tersebut mengatakan, bagi yang masih membuang sembarangan akan dikenakan sanksi berupa kurungan 3 hari.

"Bagi masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan yang bandel akan kita terapkan sanksinya berupa kurungan 3 hari dan denda 250 ribu tapi bukan sekedar sanksi ini akan membangun kesadaran malu lah kita masih buang sampah sembarangan," kata Harnojoyo.

Dirinya mengharapkan pemberlakuan sanksi tersebut tidak sekedar hukuman melainkan untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pembuangan sampah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved