Berita Palembang

Ketua KPU Sumsel Dipanggil KPK, Diminta Keterangan Terkait Kasus Harun Masiku dan Wahyu 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ketua KPU Sumsel Dipanggil KPK, Diminta Keterangan Terkait Kasus Harun Masiku dan Wahyu 
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kelly dimintai keterangan sebagai saksi kasus suap pergantian antarwaktu anggota DPR peridoe 2019-2024 yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks caleg PDI-P Harun Masiku (DPO).

Hal ini dibenarkan komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi Amrah Muslimin, Rabu (29/1/2020).

"Beliau (Kelly) masih dimintai keterangan sebagai saksi. Mohon bersabar ye kawan- kawan," kata Amrah.

Menurut Amrah, pemanggilan ketua KPU Sumsel untuk menanyakan, proses perolehan suara Pileg 2019 PDIP di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel 1 lalu.

"Iya, terkait WS (Wahyu Setiawan). Hasil rekap kami tu (KPU Sumsel), kan di jadikan patokan penetapan Riezki sebagai calon terpilih DPR RI dari PDIP Dapil Sumsel I," terang Amrah Muslimin yang mengaku ikut mendampingi, dan rencana besok pagi mungkin baru pulang ke Palembang.

Sekedar informasi, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Rabu (29/1/2020), memanggil Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Sumatera Selatan periode 2018-2023 Kelly Mariana.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful, pihak swasta)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya. Dikutip dari Kompas.com

Ali tidak membeberkan apa yang akan didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Kelly hari ini.

Namun, diketahui bahwa Harun yang menjadi tersangka dalam kasus ini merupakan eks caleg DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini, yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun Masiku dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun Masiku.

Saeful diduga berperan sebagai perantara yang menyerahkan uang suap ke Wahyu dari Harun dan salah satu sumber dana yang masih didalami KPK.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved