Baru 3 Bulan Menikah, Pria Muratara Ini Sering Tampar Istrinya, Begini Nasibnya Kini
Pria berinisial AS (27) akhirnya digelandang ke kantor polisi. AS diringkus anggota Polsek Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pria berinisial AS (27) akhirnya digelandang ke kantor polisi.
AS diringkus anggota Polsek Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di rumahnya tanpa perlawanan.
Ia dilaporkan oleh istrinya atas kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Istri AS yakni IM (24) mengaku sudah beberapa kali ditampar, dipukul dan dicekik oleh suaminya.
Padahal pasangan ini baru saja menikah tiga bulan yang lalu.
Mereka tinggal di mess karyawan perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Karang Dapo.
Karena tak tahan lagi dengan perlakuan suaminya, akhirnya korban IM melapor ke pihak kepolisian.
Ia meminta kepada penegak hukum agar suaminya itu diberikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kepada polisi, korban IM menceritakan baru-baru ini ia mendapat kekerasan dari suaminya.
Korban ditampar berulang kali, dicekik lehernya, bahkan diancam dengan parang.
Akibatnya, korban mengalami bengkak di bagian kepala, memar di tangan, dan terasa sakit di leher.
Kapolres Muratara, AKBP Adhi Witanto melalui Kapolsek Karang Dapo, AKP Ahmad Darmawan membenarkan telah menangkap AS.
"Tersangka (AS) sudah kami amankan, istrinya melapor sering mendapat kekerasan," kata AKP Ahmad Darmawan kepada Tribunsumsel, Jumat (24/1/2020).
Dari hasil interogasi petugas, tersangka AS mengakui telah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap istrinya.
Paling terbaru, tersangka memukul pipi korban berulang kali dan mencekik leher wanita yang baru saja dinikahinya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kdrt-muratara1213.jpg)