Pabrik Soun Ilegal

Beroperasi 10 Tahun, Soun Cap Ayam Bercampur Kaporit Dijual ke Baturaja Hingga Lubuklinggau 

Usaha ini tak memiliki izin produksi, memalsukan izin dagang hingga tempat produksi yang sangat kotor dan mencampur bahan berbahaya lainnya

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polsek Talang Kelapa Banyuasin menggerebek pabrik soun Cap Ayam.

Pabrik pembuatan soun ilegal ini berada di Jalan Pangeran Ayin Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Penggerebekan yang dilakukan Polsek Talang Kelapa Banyuasin ini, berdasarkan informasi dari masyarakat ada produksi soun secara ilegal dan juga tidak higenis.

Usaha ini tak memiliki izin produksi, memalsukan izin dagang hingga tempat produksi yang sangat kotor dan mencampur bahan berbahaya lainnya.

Ketika diinterogasi Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin Kompol Masnoni, mandor pabrik soun yakni Toeng mengungkapkan, untuk membuat hasil produksi soun menjadi putih, adonan soun dicampur dengan penjernih air atau kaporit.

Pabrik Ini Bikin Mie Soun Camp Ayam di Tempat yang Kotor, Direndam Pakai Kaporit 3 Hari

"Ketika adonan sudah jadi, direndam dahulu selama tiga hari pakai air kaporit. Setelah adonan jadi putih, baru nanti diaduk lagi. Untuk diproses menjadi adonan sebelum dijadikan soun," ujar Toeng kepada Kapolsek.

Soun ini ternyata tidak diedarkan di Palembang dan Banyuasin.

Distribusi mereka kalah dengan merk soun-soun lainnya yang sudah memiliki brand dan kualitas bagus.

Sehingga hasil produksi soun Cap Ayam ini dikirim ke sejumlah daerah yang ada di Sumsel dengan harga yang terbilang lumayan terjangkau.

"Kalau distribusinya ke Tanjung Raja, Baturaja, Kayuagung dan Lubuklinggau. Untuk satu balnya, dijual ke pedagang seharga Rp 30 ribu."

"Nanti tinggal pedagang yang menjual lagi dengan harga mereka untuk mendapatkan untung," kata Mandor Jauharipin alias Toeng (65 tahun).

Breaking News: Polisi Grebek Pabrik Mie Soun Ilegal dan Tak Higienis di Talang Kelapa

Pabrik soun Cap Ayam yang sudah beroperasi selama lebih dari 10 tahun ini, merupakan milik Alfian Teja alias Ko Alay.

Setiap harinya pabrik soun ini bisa memproduksi ratusan bal soun.
Setiap bal soun, berisikan 30 pcs soun kering siap konsumsi.

Produksi soun ini, lebih banyak menggunakan tenaga manusia ketimbang menggunakan mesin.

Hanya saat melakukan pengadukan, soun ini menggunakan mesin.
Selebihnya, mulai dari pencetakan hingga pengemasan menggunakan tenaga manusia.

"Kalau lagi panas, biasanya produksi bisa lebih banyak. Tetapi, kalau lagi hujan seperti ini hasil produksi juga menurun. Karena, untuk mengeringkan soun kami memanfaatkan sinar matahari," ungkap Toeng.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved