Presiden Jokowi Ganti Kepala Bakamla, Ada Kaitan dengan Banyak Kapal Asing di Perairan Natuna?

Presiden Jokowi Copot Kepala Bakamla, Ada Kaitan dengan Banyak Kapal Asing di Perairan Natuna?

Kompas
Kapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Achmad Taufiqoerrochman diganti oleh Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo sudah memutuskan nama pengganti Laksdya Achmad Taufiqoerrochman

Laksdya Achmad Taufiqoerrochman diganti karena akan memasuki masa pensiun.

Keputusan diambil Jokowi dalam sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/1/2020) siang ini.

"Tadi Bakamla sudah diputuskan orangnya," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD seusai rapat.

Istri Tengah Hamil 7 Bulan Saat Jumadi Tewas, Viral Kejanggalan Tewasnya Pendaki Dempo  

Namun, Mahfud belum mau membocorkan nama pengganti Taufiqoerrochman.

Ia menyerahkan kepada Presiden Jokowi dan pihak Istana untuk mengumumkan siapa nama tersebut. "Nanti saja biar diumumkan Istana," kata Mahfud.

Taufiq sudah menjabat sebagai Kepala Bakamla sejak 24 September 2018 hingga.

Pria kelahiran 18 Oktober 1961 ini akan segera memasuki masa pensiun.

2 Pecandu Berat Sabu di Palembang Ini Curi Kompor dan Tabung Gas 3 Kg Usaha Ayam Goreng

Sebelum menjabat sebagai Kepala Bakamla, Taufiq merupakan mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal).

Heboh Bawa Keris

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman menyampaikan perintah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto demi melindungi perairan Natuna.

Taufiqoerrochman mengaku pihaknya hanya dibekali dengan sebuah keris untuk mengusir kapal China di perairan Natuna.

Diketahui, China mengklaim kepemilikan perairan Natuna hingga mengizinkan kapal-kapalnya mengambil sumber daya alam dari wilayah tersebut.

Mulanya, Achmad Taufiqoerrochman mengaku Bakamla sudah melakukan sejumlah upaya untuk menghalau kapal China dari perairan Natuna.

"Kita sudah giring ke Utara, tapi tetap dia nggak mau," kata Achmad Taufiqoerrochman.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved