Pertamina Minta Warga Jangan Panik, Stok LPG 3 KG Tetap Tersedia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengubah skema subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) dari tabung ke penerima.

Pertamina Minta Warga Jangan Panik, Stok LPG 3 KG Tetap Tersedia
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
DEPOT LPG - Seorang pekerja melakukan persiapan penyaluran gas ke mobil tangki di Depot Gas LPG Pulau Layang, Palembang, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengubah skema subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) dari tabung ke penerima.

Rencana ini akan dimulai Juli tahun ini.

Rifky Rakhman Yusuf Region Manager Communication & CSR PT Pertamina Sumbagsel mengatakan, Pertamina akan mendukung apapun langkah yang akan dilakukan pemerintah.

"Jika nantinya pemerintah mengorder LPG 3 Kg dijual non subsidi ke pasaran ya akan dilakukan sebagaimana permintaan."

"Saat ini kita masih menyalurkan LPG 3 kg seperti biasa ke agen dengan harga subsidi," ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Disinggung soal panic buying yang bakal terjadi karena gas melon bakal mahal, Rifky mengimbau masyarakat menggunakannya sesuai kebutuhan.

Jangan memborong gas ini dalam jumlah banyak karena khawatir harganya bakal mahal.

Pertamina menjamin stoknya pasti ada dan selalu tersedia.

Disinggung jika ada agen atau pedagang nakal yang bakal menaikkan harga elpiji subsidi sepihak, Rifky juga meminta agar agen menjual harga sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Tapi kalau harga di tingkat pengecer itu bukan tanggungjawab kita lagi sebab harga jual yang kita salurkan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah pada agen," ujarnya.

Salurkan LPG 3Kg dengan Skema Tertutup, Wacananya Hanya Dapat Dibeli 3 Kali Sebulan

Refki menegaskan, selama ini konsumsi gas elpiji di Sumsel sesuai pagu yang ditetapkan pemerintah dan tidak over.

Pada saat tertentu memang konsumsi gas naik pada satu kawasan tapi di tempat lain turun karena dampak libur panjang akhir tahun lalu sehingga dua pola konsumsi ini saling menggantikan atau substitusi.

Secara umum pola konsumsinya sama masih dalam batasan penyaluran yang ditetapkan.

"Data pastinya tengah kita susun sehingga tahu perkembangannya," ujarnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved