Berita Prabumulih

437 Peserta BPJS Kesehatan di Prabumulih Pilih Turun Kelas III, Dampak Iuran Naik

data dari BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih mulai 2 Januari hingga 14 Januari 2020 jumlah peserta yang melakukan turun kelas sebanyak 437 jiwa

437 Peserta BPJS Kesehatan di Prabumulih Pilih Turun Kelas III, Dampak Iuran Naik
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan alami kenaikan.

Naiknya iuran membuat sejumlah peserta BPJS Kesehatan memilih turun kelas dari kelas 1 ke kelas 3.

Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih mulai 2 Januari hingga 14 Januari 2020 jumlah peserta yang melakukan turun kelas sebanyak 437 jiwa atau 162 kepala keluarga.

Jumlah tersebut seluruhnya peserta yang turun kelas ke kelas III baik dari kelas I turun ke kelas III maupun dari kelas II ke kelas III.

Kepala BPJS Kesehatan Prabumulih, Yunita Ibnu mengatakan pihaknya melayani para peserta yang mengurus untuk turun kelas.

Tinggalkan BPJS Kesehatan, Warga Lahat Berobat di RSUD Harus Penuhi Syarat Ini Bila Ingin Dilayani

Untuk syarat turun kelas sendiri cukup mudah yakni hanya dengan cara mengisi daftar isian peserta, fotokopi kartu keluarga serta fotokopi buku rekening bank padanan.

"Kita melayani maksimal asalkan syarat dan ketentuan lengkap, dan melakukan pengisian yang ada," katanya.

Hingga 4 Januari jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih mencapai 191.244 peserta dari jumlah penduduk 196.022.

Sementara itu Fikri yang merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas II mengaku hendak mengurus berkas untuk turun kelas karena tarif iuran sudah naik.

"Tarifnya iuran BPJS naik jadi terpaksa harus turun kelas, kita sebagai orang susah ini kesulitan bayar dengan tarif baru. Bisa bayar tapi makan kita susah," katanya.

Hal yang sama disampaikan Nurul yang mengaku jika dirinya yang baru tamat kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan akan kesulitan membayar iuran dengan tarif baru sekarang ini.

"Apalagi naik iuran hampir setengahnya, cukup tinggi, susah kita bayarnya kalau tidak bekerja," ujarnya. (eds).

Tarif iuran peserta BPJS sendiri berlaku mulai Januari 2020 untuk Kelas I Rp160 ribu perbulan, kelas II Rp 110 ribu perbulan dan kelas III Rp 42 ribu perbulan.

Penulis: Edison
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved