Istri Lihat Suharto Bersimbah Darah, Dikeroyok Membabi Buta Karena Dituduh Tertawa
Suharto (47) terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (31/12/2019).
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Suharto (47) terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (31/12/2019).
Ia harus menjalani perawatan intensif karena mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kiri dan sejumlah luka gores di beberapa bagi tubuhnya.
Suharto, warga Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara mengaku dikeroyok oleh tiga orang.
Kejadian itu terjadi saat dirinya melintasi jalan poros Desa Pulau Lebar, Kecamatan Rawas Ulu, tepatnya depan kandang ayam.
"Orang yang mengeroyok saya itu ada tiga orang, saya ditusuk pakai pisau," kata Suharto dibincangi Tribunsumsel.com di RSUD Rupit.
Suharto mengatakan, saat kejadian ia mengendarai mobil bersama istrinya Yanti Puspita hendak pulang ke rumah dari Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu.
Mobil yang dikendarai Suharto dipepet dan diminta berhenti oleh pelaku, namun korban tidak menghiraukannya.
Pelaku berjumlah tiga orang terus mengejar Suharto menggunakan dua sepeda motor.
Saat mendekati mobil Suharto, pelaku langsung berkata kepada korban "ngapo kau ketawo tawo" (mengapa kamu tertawa).
"Saya jawab siapa yang tertawa, terus saya disuruhnya turun dari mobil, pas saya turun langsung dikeroyok," ungkap Suharto.
Melihat suaminya dikeroyok, Yanti Puspita istrinya Suharto keluar dari dalam mobil untuk membantu korban.
Namun salah satu pelaku memegang tangan Yanti agar tidak dapat membantu.
"Suami saya bersimbah darah, terus mereka (pelaku) pergi," kata Yanti Puspita.
Tak lama kemudian ada orang yang melintas dan langsung menolong korban untuk dibawa ke Puskesmas terdekat.
Istri korban, Yanti Puspita langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Rawas Ulu.