Menikah di Samping Korban Bus Sriwijaya
Rencana Nikahkan Anaknya Minggu Ini, Warsono dan Cucunya Tewas dalam Kecelakaan Bus Sriwijaya
Warsono tadinya dalam perjelanan pulang dari menjemput Akbar, cucunya di Bengkulu untuk menghadiri pernikahan anaknya Dwi Fitri
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Lima warga Desa Prajen, Kabupaten Banyuasin yang jadi korban Bus Sriwijaya, dikebumikan pada pukul 11.00 siang, Rabu (25/12/2019).
Warsono (68 tahun), satu merupakan satu dari lima korban meninggal kecelakaan bus Sriwijaya Express.
Jenazah Warsono tiba di kediamannya di Desa Prajen Keluraha pada pukul 23.00 malam tadi.
Warsono tadinya dalam perjelanan pulang dari menjemput Akbar, cucunya di Bengkulu untuk menghadiri pernikahan anaknya Dwi Fitri.
Pernikahan itu direncanakan Minggu (29/12/2019).
Akibat musibah kecelakaan itu, akad nikah dipercepatan hari ini, Rabu (25/12/2019).
Dwi Fitri menikah di hadapan jenazah almarhum ayahnya.
Faridah Ariani (47 tahun), ibu dari Akbar mengatakan, keluarga Warsono akan menyelenggarakaan pesta pernikahan anaknya Minggu tanggal 29 Desember ini.
"Tadi pagi keluarga pakde (Warsono) menikahkan anaknya, karena agendanya kan sudah dibuat acara itu semestinya minggu ini, jadi dipercepat tadi," ujar Farida kepada wartawan tribunsumsel.com.
Berdasarkan pantauan wartawan tribunsumsel, rumah duka Warsono nampak lengang sore tadi.
Akad nikah dan penguburan jenazah telah selesai.
Sementara itu, dari pihak keluarga almarhum Warsono sampai saat ini tidak dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi lemah.

Tak Mampu Tahan Kesedihan
Suasana haru sangat terasa di rumah Dwi Fitri, Dusun 1 Perajen RT 1, Mariana, Banyuasin Rabu (25/12/2019).
Dwi Fitri tak mampu menahan kesedihan saat melangsungkan pernikahan di samping jenazah ayahnya, Warsono (62 tahun).