Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam
Melihat Jurang Likuan Lematang TKP Jatuhnya Bus Sriwijaya Ekspres, Ketinggian Capai 80 Meter
Bus Sriwijaya Exspres yang sarat penumpang terjun ke jurang Likuan Lematang Pagaralam, Selasa (24/12) dini hari.
Selebihnya, sulit diidentifikasi. Apalagi, penumpang bus naas ini banyak naik dijalan lantaran data dari loket di Bengkulu penumpang bus berjumlah 27 orang.
Salah satu petugas identifikasi RSUD Besemah mengungkapkan, jenazah korban masuk sejak pukul 12.00 WIB berjumlah tiga orang yakni sopir dan penumpang.
"Kita melakukan identifikasi sejak semalam. Saat ini ada 25 yang masuk keruang jenazah, satu sudah diambil keluarga korban merupakan warga Kabupaten Empat Lawang," kata dia.
Umumnya, korban meninggal terkena hempasan lantaran bus jatuh cukup dalam kedasar jurang, belum lagi saat terjatuh posisi bus tenggelam ke Sungai Lematang Indah.
"Baru beberapa yang sudah diidentifikasi. Petugas masih melakukan identifikasi korban lainnya lantaran jenazah satu persatu masuk kesini," bebernya.
Sebanyak tujuh dari 26 korban meninggal dunia dalam kecelakaan Bus Sriwijaya pada Selasa dinihari di Liku Lematang, Dempo Tengah, Pagar Alam, berhasil teridentifikasi.
Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Likuan Lematang dikabarkan dikemudikan oleh Feri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bus Sriwijaya Bengkulu-Palembang masuk jurang pada Selasa (24/12) dini hari. Data terakhir 26 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Sang sopir dikabarkan juga termasuk dalam korban tewas.
Tribunsumsel lalu mendatangi loket Bus Sriwijaya yang ada di Palembang.
Para pegawai loket bus itu mengaku mengenal sang sopir.
Feri merupakan pria bus usia 51 tahun yang punya pengalaman 25 tahun.
"Sopir ini sudah senior." kata Denpanji, Karyawan Po Bus Sriwijaya di Palembang.
Informasi yang diperoleh karyawan, si sopir ikut menjadi korban meninggal saat kejadian semalam.
"Sopir itu orangnya bagus bawa mobil dan juga tidak ugal ugalan," tambah Denpanji.