Seputar islam
Tata Cara Masuk Islam (Mualaf), Dua Kalimat Syahadat, Khitan dan Rukun Islam
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asyhadu an la ilaha illallah
Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.”
“Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
2. Mandi Besar
Berdasarkan riwayat dari sahabat Qois bin Ashim radhiyallahu ‘anhu dalam HR. Abu Daud 355 – shahih:
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ الْإِسْلَامَ فَأَمَرَنِي أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk masuk islam. Kemudian beliau menyuruhku untuk mandi dengan air dan daun bidara. (HR. Abu Daud 355 – shahih)
Namun untuk mandi besar, ada beberapa ulama yang tidak mewajibkan atau hanya sekedar menyunahkannya saja.
3. Mengejarkan Sholat
Sebagaimana yang disampaikan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Al-Ghunyah di atas maka setelah mengucapkan dua kalimat syahadat seorang muslim harus melaksanakan sholat.
Selain membaca dua kalimat syahadat dan sholat, seorang laki-laki muslim juga harus melakukan khitan.
Khitan hukumnya wajib bagi lelaki muslim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tata-cara-masuk-islam-mulai-dari-membaca-dua-kalimat-syahadat-khitan-dan-rukun-islam.jpg)