Heboh Teror Ular Kobra, Mbah Mijan Sebut Pertanda Munculnya Penyakit Misteris yang Bisa Membunuh

Kasus teror ular kobra yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia membuat warga resah.Bagimana tidak, ular berbahaya tersebut kini keberadaanya sa

Editor: Moch Krisna
youtube mbah mijan
Mbah Mijan Ungkap Fakta Kecelakaan di Jalan Raya Narogong 

TRIBUSUMSEL.COM -- Kasus teror ular kobra yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia membuat warga resah.

Bagimana tidak, ular berbahaya tersebut kini keberadaanya sangat banyak dan menyerang masyarakat.

Menanggapi teror ular kobra tersebut, Mbah Mijan yang merupakan paranormal memberikan peringatan.

Melansir dari akun Instagram pribadinya @mbahmijan, pada Kamis (19/12/2019), ia mengatakan bahwa banyak sekali dari masyarakat yang menanyakan padanya tentang teror ular berbahaya di rumah warga.

Mendapatkan banyak pertanyaan tersebut, Mbah Mijan menerangkan bahwa secara logis kejadian teror ular kobra lantaran musim penghujan.

Namun, Mbah Mijan juga menjelaskan mengapa di musim penghujan ini saja teror ular kobra menyebar.

Paranormal tersebut lantas menjelaskan dengan sudut pandang Ilmu Titen.

Menurutnya, kejadian ini pertanda akan datang penyakit misterius atau wabah yang sifatnya membunuh.

"Dalam sudut pandang Metafisika (Ilmu Titen) mengatakan.

 

Apabila ular kobra bertamu ke rumah manusia, adalah pertanda akan datangnya penyakit misterius atau wabah yang sifatnya membunuh," tulis Mbah Mijan.

Dirinya juga memperingatkan pada masyarakat untuk tetap berhati-hati, dan jangan memandang biasa mengenai teror ular kobra ini.

Mbah Mijan juga memperingatkan untuk senantiasa meminta perlindungan pada Tuhan untuk tahun 2020 nanti.

"Perlu dinanti, akan ada wabah apakah tahun 2020 nanti.

Bismillah, jika manusia mau peka ini merupakan pertanda, maka hal-hal demikian, mengandung pesan agar kita senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," terangnya mengingatkan.

Tidak hanya itu, Mbah Mijan diketahui juga akan melakukan ritual khusus untuk menghilangkan teror ular kobra.

"Mohon doa dan dukungannya, insyaallah dalam waktu dekat, saya akan melakukan ritual khusus agar TEROR ULAR KOBRA segera berakhir.

Semoga Allah ijabah niat dan doa kita semua, Aamiin," tuturnya pada laman Instagram. 

==

Ular Kobra Di Masjid At Taqwa Sukoharjo

Sebanyak 31 ekor anak ular kobra Jawa ditemukan di Masjid At Taqwa di Perumahan Griya Adi, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Menurut takmir masjid, Lanjar (47), anak ular sangat berbisa dan mematikan itu pertama kali ditemukan pada Sabtu (7/12/2019) lalu.

"Saat mau salat, di karpet dekat mimbar ditemukan satu ekor ular, pas kita cek di lipatan karpet yang lain ternyata ditemukan ular juga," ungkapnya saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (17/12/2019).

TEROR ULAR KOBRA - Seekor anak ular kobra dalam botol plastik disaksikan Seorang pemuda yang berbaring dibangsal usai medapatkan perawatan Rumah Sakit di Jakarta Selatan. Sabtu (14/12/2019) Pemuda tersebut digigit ular di Wilayah Jakarta Timur dan selamat setelah mendapat pertolongan dan harus istrirahat untuk pemulihanya. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa)
TEROR ULAR KOBRA - Seekor anak ular kobra dalam botol plastik disaksikan Seorang pemuda yang berbaring dibangsal usai medapatkan perawatan Rumah Sakit di Jakarta Selatan. Sabtu (14/12/2019) Pemuda tersebut digigit ular di Wilayah Jakarta Timur dan selamat setelah mendapat pertolongan dan harus istrirahat untuk pemulihanya. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa) (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa)

"Pada hari pertama ketemu 6 ekor ular kobra, tetapi semua terpaksa dileyapkan," katanya.

Menurutnya, ini merupakan kejadian pertama kali yang terjadi di lingkungan masjid yang berada di permukiman.

Karena semakin banyak ditemukan maka penanganan ular ini kemudian dibantu seorang anggota TNI dari Brigrif 6, Janu Wahyu yang juga anggota komunitas pencinta ular, Exalos Indonesia.

Selama empat hari menyisir yang dilakukan Janu, dia menemukan puluhan anak ular kobra Jawa atau yang memiliki nama latin Naja Sputatrix.

"Saya temukan lagi 25 ekor, yang 5 ekor sudah saya rilis atau saya lepas liarkan lagi, ini tinggal 20 ekor," kata Janu.

Menurut Janu, ular tersebut banyak ditemukan di gudang karpet yang berada di dekat mimbar masjid.

"Ular petama kali saya temukan di tumpukan keramik, dan tumpukan karpet," jelasnya.

Ular kobra dewasa sepanjang 2 meter yang ditangkap penjaja nasi goreng di Kampung Poncol Jaya, Jakasampurna, Bekasi Barat dievakuasi pemadam kebakaran Kota Bekasi, Kamis (12/12/2019)
Ular kobra dewasa sepanjang 2 meter yang ditangkap penjaja nasi goreng di Kampung Poncol Jaya, Jakasampurna, Bekasi Barat dievakuasi pemadam kebakaran Kota Bekasi, Kamis (12/12/2019) (Kompas.com/Dok. Damkar Kota Bekasi)

Tumpukan karpet itu kemudian digelar satu per satu di dalam ruangan masjid, dan banyak sekali ditemukan anak ular di sana.

Dia memperkirakan, induk dari anak ular itu masuk ke dalam masjid sekitar dua bulan yang lalu, untuk bertelur lantas pergi.

"Proses penetasan telur ular sekitar dua bulan, dan telur ular ini tidak dierami, jadi setelah si induk bertelur, dia pergi," terangnya.

Ular kobra yang ditemukan di Tasikmalaya
Ular kobra yang ditemukan di Tasikmalaya (Istimewa)

Dia menambahkan, ular yang ditemukan sekitar umur 2 hingga 3 minggu dengan panjang sekitar 20 cm.

Untuk mengantisipasi masjid tersebut digunakan sebagai sarang ular, pihaknya dan pengurus masjid menutup lubang di dalam gudang, yang dijadikan tempat untuk pompa air.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 31 Ekor Anak Ular Kobra Ditemukan di Lipatan Karpet Dekat Mimbar Masjid At Taqwa Sukoharjo, https://www.tribunnews.com/regional/2019/12/17/31-ekor-anak-ular-kobra-ditemukan-di-lipatan-karpet-dekat-mimbar-masjid-at-taqwa-sukoharjo?page=all.

==

Panji Petualang Beberkan Penanganan Tepat saat Digigit Ular Berbisa: Bukan Diikat

Maraknya teror ular kobra di masyarakat, Panji Petualang beberkan cara penanganan tepat saat terkena gigitan ular berbisa.

Hal itu disampaikan Panji Petualang saat hadir sebagai bintang tamu di program acara Call Me Mel (16/12/2019) yang dipandu oleh Melaney Ricardo.

Lantaran tak semua orang tahu bagaimana cara menangani binatang buas tersebut.

Banyak masyarakat yang khawatir rumahnya disambangi oleh ular kobra.

Tak hanya itu, sejumlah masyarakat juga khawatir ular-ular tersebut akan mengigit anggota keluarganya.

Ular kobra memang cukup ditakuti sebab hewan tersebut mengandung racun yang bisa mematikan bagi manusia.

Banyak orang beranggapan, apabila terkena patukan ular berbisa, maka bagian tubuh yang terpatuk harus segera diikat.

Hal tersebut diyakin akan memperlambat penyebaran bisa melalui aliran darah.

Namun ternyata penanganan tersebut tidaklah tepat.

Melansir tayangan YouTube Call Me Mel, Panji Petualang membagikan tips pertolongan pertama apabila ada bagian tubuh yang terkena gigitan ular.

Penjelasan Panji Petualang bermula dari pertanyaan Melaney Ricardo yang menyebut bahwa luka gigitan ular itu harus diikat.

"Aku sempet nonton di YouTubenya Panji, Panji memberikan pengajaran kepada orang-orang bahwa saat tergigit ular itu (lukanya) harus diiket?" tanya Melaney memastikan.

Ditanya begitu, Panji Petualang mengatakan bahwa sebenarnya penangan yang tepat pada luka gigitan ular bukanlah diikat.

Melainkan dibidai atau digips.

"Enggak, enggak diikat, tapi dibidai atau digips," kata Panji.

"Oh digips," ujar Melaney.

"Jadi ini misalnya tangan (yang digigit) enggak boleh gerak-gerak apalagi dancing enggak boleh?" tanya Melaney lagi.

"Betul," kata Panji.

Panji Petualang mengungkapkan, bagian tubuh yang terluka akibat gigitan ular berbisa tidak boleh banyak bergerak.

Lantaran pergerakan yang dilakukan pada bagian tubuh yang dgigit tersebut bisa memicu peredaran racun ular menjadi lebih cepat menyebar.

"Semakin banyak bergerak, akan semakin membuat cepat racun atau bisa itu menyebar," terang Panji.

Panji kembali menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan setelah terkena gigitan ular berbisa ialah membidai bagian tubuh tersebut.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pergerakan pada bagian tubuh yang terluka.

"Jadi yang harus dilakukan adalah membidai tangan kita seperti kita patah tulang, dipasang gips seperti plat kayu, kemudian kita ikat plat kayunya," jelas Panji.

Menurut Panji mengikat luka gigitan ular berbisa tanpa bidai atau gips hanya akan menghambat perdaran darah.

"Bukan berarti kita ikat (secara sembarangan), itu justru akan menghambat aliran darah," kata Panji.

"Jadi bukan dihalangin (diikat)?" tanya Melaney.

"Bukan," kata Panji.

Panji kemudian menjelaskan, bisa ular itu sesungguhnya menyebar bukan melalui aliran darah, melainkan melalui kelenjar getah bening.

"Soalnya pada dasarnya bisa ular itu menjalar bukan dari darah, tetapi melalui kelenjar getah bening," terang Panji.

"Sedangkan kelenjar getah bening bukan ada di pembuluh darah, tapi di bawah otot,"

"Jadi semakin otot kita banyak bergerak, akan membuat racun atau bisa itu bergerak pula," imbunya.

SIMAK VIDEONYA DI MENIT 4.42:

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Heboh Teror Kobra, Panji Petualang Beberkan Penanganan Tepat saat Digigit Ular Berbisa: Bukan Diikat, https://jakarta.tribunnews.com/2019/12/17/heboh-teror-kobra-panji-petualang-beberkan-penanganan-tepat-saat-digigit-ular-berbisa-bukan-diikat?page=all.

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved