Berita Lahat
Teror Harimau di Lahat, Wakil Bupati : Sebenarnya Perusahaan Mengobok-obok Hutan Lindung
Warga di Kecamatan Kota Agung, Mulak Ulu, Mulak Sebingkai, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Area dan beberapa kecamatan lain di Lahat kini resah dan takut
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Warga di Kecamatan Kota Agung, Mulak Ulu, Mulak Sebingkai, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Area dan beberapa kecamatan lain di Lahat kini resah dan takut untuk pergi ke kebun.
Ketakutan ini disebabkan oleh serentetan serangan harimau di Lahat dan Pagaralam dalam sebulan terakhir.
Saat ini rawan aksi pencurian hasil pertanian dan ekonomi warga terancam 'ambruk'lantaran hilangnya mata pencaharian.
Kemunculan harimau hingga menelan korban sendiri ditenggarai lantaran rusaknya ekosistem Hutan Lindung, baik berkurangnya habitat hewan liar, hingga penjarahan hutan lindung.
Seperti kejadian di kawasan hutan Ataran Pedamaran KPH Semendo, Muara Enim, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu.
• Agar Tak Ganggu Hutan Lindung, Warga Pasang Patok Batas Sepanjang 6.000 Meter di Pagaralam Utara
Keberadaan perusahaan besar yakni PT Supreme Energi, disinyalir ikut jadi penyebab habisnya habitat makanan bagi si Raja Rimba.
Bagaimana tidak, sejak tahun 2013 lalu, berbagai macam penghuni hutan lindung, di wilayah Desa Tunggu Bute, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat dan Dusun Rantau, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, dipastikan telah berkurang.
Pasalnya hutan lindung seluas 91 hektare di tujuh titik dirangkaian bukit barisan, telah dibabat habis.
Demi ekplorasi geothermal, yang menjadi pusat pembangkit listrik tenaga panas bumi 2x110 megawatt ini.
"Gara-gara ada masyarakat membuka lahan perkebunan kopi, masyarakat sering disalahkan. Tapi sebenarnya perusahaanlah yang mengobok-ngobok Hutan Lindung."
"Jadi kenapa masyarakat yang dikambing hitamkan, tapi perusahaan boleh demi kepentingan nasional," ujar Wakil Bupati Lahat, Haryanto saat konfrensi pers terkait teror Harimau bagi masyarakat, di ofroom Setda Lahat, Selasa (17/12/2019).
• Tahun 2021 Muba Bangun Pabrik Bahan Bakar Nabati dengan Investasi 14 Juta Dolar
Kini dengan menyempitnya habitat flora dan fauna dikawasan itu, Raja Rimba yang dilindungi mulai menjadi ancaman warga.
Pihak terkait mulai saling menyalahkan.
Seperti pihak BKSDA, merasa selalu dipojokkan akibat Harimau yang menjadi tugasnya menyerang manusia.
Melemparkan perkara itu ke pihak Dinas Kehutanan. Dengan dalih, kejadian itu berada di area Hutan Lindung yang bukan lingkup kerja mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/wakil-bupati-lahat-serangan-harimau.jpg)