Berita Muratara

Fonomena Ikan Mabuk Juga Terjadi di Sungai Rawas Muratara, Ada Warga Dapat Ikan Berat 8 Kg

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih dihebohkan dengan ikan mabuk di sungai

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Warga mendapat ikan berukuran besar dari fenomena ikan mabuk di sungai Rawas, Kabupaten Muratara, Rabu (11/12/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih dihebohkan dengan ikan mabuk di sungai.

Fenomena ikan mabuk ini ternyata tak hanya terjadi di sungai Rupit seperti yang diberitakan sebelumnya.

Kejadian langka ini juga terjadi di sungai Rawas yang merupakan induk dari sungai Rupit atau anak sungai Musi.

Pantauan Tribunsumsel.com, Rabu (11/12/2019), warga Kabupaten Muratara masih ramai di sungai menangkap ikan mabuk.

Kali ini ikan mabuk ditemukan di sepanjang aliran sungai Rawas yang mengaliri tiga kecamatan.

Alirannya mulai dari ibukota Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo, hingga Kecamatan Rawas Ilir.

Warga Muratara Berbondong-bondong Tangkap Ikan Mabuk dan Mati di Sungai Rupit

"Masyarakat berbondong-bondong nangkap ikan mabuk di sungai Rawas," kata Wawan, warga Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir.

Warga menangkap ikan mabuk tersebut menggunakan jala, jaring tangkul maupun jaring tangan.

Berbagai macam jenis ikan berhasil ditangkap, bahkan ada warga yang mendapat ikan berukuran cukup besar.

"Ada yang dapat ikan besar, sampai berat delapan kilogram (kg)," ujar Wawan.

Sementara kondisi sungai Rawas saat ini keruh kecokelatan karena bercampur tanah dan dinilai tak layak dikonsumsi.

Sungai Rawas di Muratara Kotor Dipenuhi Sampah Batang Kayu dan Bambu

Fenomena ikan mabuk dan sungai keruh ini sudah ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) Kabupaten Muratara.

Dinas terkait sudah menurunkan petugas ke lapangan untuk mengecek kondisi sungai keruh dan banyaknya ikan mabuk tersebut.

"Tim kami sudah turun ke lapangan, kita ambil sampel dulu," kata Imrokie, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LHP Muratara.

Saat ini pihaknya masih menganalisa kualiatas parameter air sungai untuk mengetahui adakah perbedaan signifikan dari data yang sudah ada.

Analisa awal pihaknya, ikan mabuk itu karena terganggu dengan kondisi habitat air sungai yang berubah secara mendadak.

Perubahan tersebut dari kondisi kemarau menjadi penghujan yang membawa bermacam-macam zat dan sampah dari daratan.

"Sederhananya ikan menjadi mabuk dengan kondisi iklim sungai yang berubah secara mendadak tersebut," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved