Pilkada Serentak 2020

Hitung-hitungan Keterpilihan Perempuan di Pilkada Serentak 2020, Ini Analisis Perludem

Saat perempuan diberi kesempatan, mereka punya daya tahan yang sama baiknya untuk memenangi pemilihan.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini 

Sementara Akademisi program Ilmu Pemerintahan di Universitas Taman Siswa, Aris Munandar MSi mengungkapkan, pola peningkatan elektabiltas kandidat sekarang berubah.

Sekarang pola yang jauh lebih efektif dilakukan calon, berupa kampanye door to door ke masyarakat, yang langsung mensosialisasikan calon dan program, kepada pemilih secara personal.

"Konsekuensinya, memang membutuhkan banyak energi dan modal, serta waktu lebih panjang. Disinilah munculkan komunitas profesional aktivis- aktivis gang profesional berbayar," capnya.

Dijelaskan Aris, di Pilkada masyarakat tidak akan melihat gender, tetapi pengaruh background kapital, atau unsur lainnya.

Cici Berharap Kader Gerindra Dampingi Heri Amalindo di Pilkada PALI 2020

"Jika melihat pengalaman yang lalu, para wanita yang terpilih baik di Pilkada atau Pileg, kareba memiliki background capital yang kuat, dibarengi politik dinasty ataupun berada di lingkaran kekuasan," terangnya.

Sekedar informasi, di Pilkada 7 Kabupaten se Sumsel 2020, sejumlah kandidat dari perempuan siap meramaikan pesta demokrasi tersebut. Diantaranya Meilinda, adik Gubernur Sumsel Herman Deru ini siap maju di Pilkada OKU Timur.

Kemudian Wabup petahana Musi Rawas (Mura) Suwarti, mantan anggota DPD RI Siska Marleni (Mura) dan Sumaiya (OKU).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved