Harimau Terkam Warga
Dinas Kehutanan Ingatkan Risiko Diterkam Harimau Bagi Warga Beraktivitas di Hutan Lindung
Tewasnya dua petani kopi di Pagaralam dan Lahat karena berkebun di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang merupakan habitat harimau
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tewasnya dua petani kopi di Pagaralam dan Lahat karena berkebun di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang merupakan habitat harimau.
Dinas Kehutanan Sumatera Selatan mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas perkebunan di dalam habitat harimau.
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Panji Cahyanto mengatakan, ada dua KPH yang ada di wilayah itu, yakni KPH Kikim Pasemah di Kabupaten Lahat dan KPH Dempo di kota Pagaralam.
"Kejadian ini dikarenakan masyarakat yang tetap masuk ke habitat harimau, itu sudah resiko," kata Panji, saat dihubungi, Jumat (6/12/2019).
Panji mengakui, banyaknya warga yang masuk ke dalam kawasan KPH lantaran minimnya penjagaan di setiap wilayah. Sebab, di dalam satu KPH, hanya dijaga beberapa orang.
Seperti halnya KPH Dempo hanya dijaga dua orang. Sementara KPH Pasemah dijaga lima orang.
"Untuk melakukan pengawasan sangat sulit. Kami akan kerjasama dengan NGO dan BKSDA untuk memetakan jalur jelajah harimau, agar kejadian ini tidak terjadi lagi," ujar dia.
Pengelolaan hutan lindung memang dilarang untuk dijadikan sebagai perhutanan sosial.
Sebab, pengelolaan hutan lindung mempunyai perhitungan sendiri. Seperti habitat satwa yang ada tinggal di sana.
"Pengelolaan hutan ini sudah diatur dalam Permen KLHK nomor nomor 48 tahun 2018. Jadi tidak boleh masuk ke kawasan harimau, karena bisa membahayakan kedua bela pihak," ucap dia.
Imbauan Wali Kota
Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam meminta pihak UPTD KPH X Dempo untuk dapat menurunkan para oknum petani yang masih beraktifitas di kawasan Hutan Lindung (HL) yang ada didaerah Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.
Pasalnya pasca kejadian meninggalnya Yudiansyah (40) warga Lahat yang diduga diterkam dan dibunuh oleh Harimau Sumatera dikawasan Talang Tani yang diduga masuk dalam kawasan Hutan Lindung Talang/Hutan Adat Desa Tebat Benawa.
Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni dalam himbauannya. Bahkan dirinya meminta pihak KPH langsung kelokasi untuk menurunkan para petani yang masih beraktifitas di kawasan tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih ada di kebun yang ada di kawasan hutan lindung atau yang berdekatan dengan hutan lindung untuk segera turun dan meninggalkan lahan kebun. Pasalnya saat ini disinyalir Harimau masih berkeliaran di kawasan tersebut," imbaunya.