Pelajar SD Muhammadiyah Temukan Alat Pendeteksi Kadar Alkohol

Usai berhasil menciptakan lampu ramah bagi pemakai kacamata, terbaru Mahruz sukses menciptakan alat pendeteksi alkohol di makanan dan minuman.

Kompas.com/Hamzah Arfah
Usai berhasil menciptakan lampu ramah bagi pemakai kacamata, terbaru Mahruz sukses menciptakan alat pendeteksi alkohol di makanan dan minuman 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pelajar SD Muhammadiyah Temukan Alat Pendeteksi Kadar Alkohol

Dunia IT dan bahasa pemrograman, tampaknya sudah tidak asing lagi bagi Mahruz Ali Fawwaz, siswa kelas enam Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Usai berhasil menciptakan lampu ramah bagi pemakai kacamata, terbaru Mahruz sukses menciptakan alat pendeteksi alkohol di makanan dan minuman.

Bahkan, alat ini tidak hanya bisa digunakan menggunakan laptop, tapi juga melalui handphone.

Viral Seorang CPNS Asal Sulawesi Selatan, Tulis Surat Permohonan Memelas Agar Diterima Menjadi ASN

Mengenal Sosok Cipto Sekojo, Musisi Palembang Pencipta Lagu Wak Yeng Botol Gepeng

"Kemarin awal idenya itu ada saat saya diajak sama orang tua jalan-jalan di mall. Pas diajak makan, saya kemudian punya pemikiran apakah makanan dan minuman ini sudah benar-benar tidak beralkohol?" ujar Mahruz, saat ditemui di sekolah, Senin (25/11/2019).

Berdasar pengalaman tersebut, Mahruz kemudian coba menggaplikasikan idenya. Tentunya dengan berbasis IT dan bahasa pemrograman yang digeluti.

"Sebenarnya kalau perangkat utama itu, selain alat sensor MQ3 untuk melihat adanya kandungan alkohol, juga MCU supaya bisa disambungkan dengan program thinkspeak yang ada di laptop. Tapi bisa juga sensor itu dihubungkan dengan handphone, melalui applikasi virtuino yang bisa didapatkan di playstore," jelasnya.

Hanya anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku, untuk kecepatan proses pendeteksian kadar alkohol yang dilakukan, bakal lebih cepat diketahui dengan menggunakan laptop ketimbang via handphone melalui applikasi virtuino.

"Kalau lewat handphone (android) itu biasanya pendeteksian kadar alkohol agak lambat satu menit, beda dengan di laptop bisa langsung kelihatan berapa kadar kandungan alkoholnya," tutur anak pasangan Harianto dan Lilik Anifah ini.

Mahruz mengaku bersyukur, bisa tumbuh di lingkungan keluarga dan sekolah saat ini.

Terlebih, kakaknya juga memiliki kegemaran yang sama dengan dirinya, hobi dalam hal pemrograman komputer.

"Saya juga banyak belajar dari kakak, Nasya, yang kini sudah SMP. Terus terang dia adalah idola saya. Selain di sekolah juga dibimbing dan diarahkan oleh bapak ustad, apabila saya punya ide untuk membuat sesuatu," beber dia. 

Butuh waktu tiga bulan

Mahruz menceritakan, untuk mewujudkan alat pendeteksi kadar alkohol di makanan dan minuman ini, membutuhkan waktu tidak kurang dari tiga bulan.

Dengan lamanya proses pembuatan, banyak tersedot pada pencarian bahasa pemrograman yang dianggap cocok untuk alat ciptaannya.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved