Warga Palembang Dijual ke Malaysia

Polda Sumsel Gandeng Polda Kepri Usut Kasus Perdagangan Manusia 2 Gadis Asal Sumsel

Polda Sumsel bekerjasama dengan Polda Kepri akan mengusut kasus dua perempuan asal Sumsel yang jadi korban perdagangan manusia

Polda Sumsel Gandeng Polda Kepri Usut Kasus Perdagangan Manusia 2 Gadis Asal Sumsel
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polda Sumsel bekerjasama dengan Polda Kepri akan mengusut kasus dua perempuan asal Sumsel yang jadi korban perdagangan manusia.

Polda Sumsel memerintahkan Subdit 4 Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel, untuk melakukan koordinasi dengan Polda Kepri.

"Modus-modus yang dilakukan pelaku untuk menipu calon korban salah satunya menawarkan gaji yang besar. Jadi, jangan mudah terbuai dengan tawaran gaji yang besar, apalagi tidak membutuhkan skill," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Kamis (7/11/2019).

Nantinya, dari koordinasi yang dilakukan bisa bekerjasama dalam pemeriksaan baik itu saksi maupun korban.

Kisah Pilu 2 Gadis Sumsel Dijual ke Malaysia, Kerja 20 Jam, Disiksa & Dibuang, Dibeli 35 Juta

Sehingga, bisa dilakukan penanganan dengan menganalisa bagaimana pelaku menggaet calon korbannya.

Karena saat ini, banyak pelaku dengan mudah menipu calon korbannya dengan cara menawarkan pekerjaan dan upah yang terbilang besar.

Oknum itu memanfaatkan media sosial, dengan syarat yang mudah, biasanya calon korban akan mudah terpancing untuk melamar pekerjaan yang ditawarkan.

"Syarat yang tidak sulit, tidak ada pelatihan, mencantumkan nomor telepon perorangan hingga letak kantor yang tidak jelas. Itu indikasi bila penyalur atau agen tersebut berpotensi kuat melakukan penipuan," ungkapnya.

Supriadi mengimbau kepada masyarakat, bila melihat adanya lowongan pekerjaan di media sosial lebih baik dilakukan crosscek terlebih dahulu.

Dua Buronan Pembunuh dan Pengecor Mayat ASN Diimbau Segera Menyerah, Ketimbang Ditembak

Terlebih, bila penyalur atau agen tersebut tidak memiliki badan hukum dan tidak memberikan pelatihan kepada orang yang akan dikirimkan ke luar negeri sebagai TKI.

"Sekarang ini menjamur sekali, lowongan kerja yang di posting di media sosial. Dari itulah, kami harapkan untuk lebih teliti. Bila menjadi korban penipuan yang dilakukan agen-agen atau penyalur ini kami sarankan untuk segera melapor ke polisi," pungkasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved