Berita OKI

UMK OKI Tahun 2020 Naik 8,51 Persen Mengikuti UMP Sumsel, Perusahaan Harus Menerapkannya

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG-Kabuopaten Ogan Komering Ilir (OKI) sampai sekarang belum memiliki dewan pengupahan

UMK OKI Tahun 2020 Naik 8,51 Persen Mengikuti UMP Sumsel, Perusahaan Harus Menerapkannya
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Ilustrasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG-Kabuopaten Ogan Komering Ilir (OKI) sampai sekarang belum memiliki dewan pengupahan.

Dengan demikian, untuk Upah Minimum Kabupaten (UMK) masih mengacu kepada Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kementerian Tenaga Kerja UMP Sumsel telah ditetapkan sebesar Rp 3.043.111.

Besaran UMP ini mengalami kenaikan sekitar 8,51%, atau sekitar Rp 238.658 jika dibandingkan dengan tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten OKI, Tohir Yanto mengatakan, masalah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMP) OKI masih mengikuti UMP Sumsel.

Daftar UMK 2020 di Daerah Sumsel, Palembang, PALI, Lubuklinggau, Muratara dan UMP Sumsel

"Surat Keterangan Gubernur tentang kenaikan UMP sudah kami terima," katanya saat dihubungi mengenai hal tersebut, Jumat (1/11/2019).

Jika sebelumnya UMP OKI sebesar Rp 2,8 juta, tahun depan akan naik menjadi Rp 3.043.111 atau setara dengan provinsi yang mengalami kenaikan sebesar 8,51% dari sebelumnya.

Disnaker kabupaten OKI mempertimbangkan menaikan UMP didasarkan pada tuntutan kebutuhan masyarakat yang serba meningkat.

"Kita hanya menjembatani antara pekerja dan pemberi kerja, jangan sampai ada ketimpangan. Di kabupaten OKI sendiri terdapat sekitar 58 perusahaan yang terdata," jelasnya.

Setelah naiknya UMP, nantinya banyak perusahaan yang akan menerapkannya.

"Mulai tahun depan UMP kita kan naik, jadi secara otomatis perusahaan harus ikut menaikannya, agar karyawan mendapatkan kesejahteraan," tegasnya.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved