Berita Banyuasin

Ada Kegiatan Jual Beli Tanah, Dosen Geologi Unsri Khawatir Alur Sungai Purba di Banyuasin Lenyap

Warisan Geologi yang berada di wilayah Danau Biru, Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, terancam hilang

Ada Kegiatan Jual Beli Tanah, Dosen Geologi Unsri Khawatir Alur Sungai Purba di Banyuasin Lenyap
Istimewa
Dua alat berat kawasan utara danau biru melakukan pengerukan tebing di Banyuasin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Warisan Geologi yang berada di wilayah Danau Biru, Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, terancam hilang.

Warisan geologi langka berupa alur sungai purba yang diperkirakan berusia 25 Juta tahun kini terus digerus oleh alat berat dari aktivitas jual beli tanah yang dilakukan pemilik lahan.

"Saat ini masih ada aktivitas galian dari eskavator, mungkin tahun depan tebing bebatuan yang cetrikan sungai berkelok (meandering river) bakal hilang dari pandangan," ungkap Dosen Geologi Unsri, Budhi Kuswan Susilo, Minggu (20/10/2019).

Ia menyebut aktivitas galian dilakukan di arah utara kawasan danau biru dengan keberadaan alat berat.

Dan telah membuat tebing bebatuan sedikit demi sedikit terkikis habis.

35 Manfaat Buah Sirsak Jika Mengonsumsinya Secara Rutin, Ini Kandungan Vitamin dan Mineralnya

Sebelumnya, Liputan Eksklusif Tribun Sumsel, mengungkap adanya sungai purba ditengah aktivitas pengerukan tanah di kawasan danau biru air batu.

Struktur batuan kawasan itu menyingkap adanya formasi Talang Akar.

Dengan adanya variasi batuan, mulai batupasir, batulanau, batuserpih dan sisipan batubara tipis.

Formasi ini menunjukkan ada sungai purba yang ada pada masa Oligosen Akhir-Miosen Awal atau berusia 25,5 juta tahun.

Menurutnya kawasan ini merupakan warisan geologi (geosite) yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi edukasi bagi masyarakat luas tentunya diawali dengan langkah langkah konservasi.

Info Penerimaan CPNS Muara Enim 2019 : Formasi Dibutuhkan 263 Orang, Guru Paling Banyak 

Kawasan ini sangat berpotensi menjadi satu situs geosite jika nantinya terhubung dengan geosite lainnya, lalu menjadi geoheritage dan berlanjut menjadi Geopark.

Pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam pengembangan potensi ini sehingga tidak hilang karena aktivitas galian.

Pertama, dengan melakukan konservasi kawasan melalui penghijauan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved