2.4 Ton Kembali Disebar Untuk Semai Awan, Targetkan Hujan Kembali Turun

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, RED) bersama dengan TNI menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk menghilangkan asap

2.4 Ton Kembali Disebar Untuk Semai Awan, Targetkan Hujan Kembali Turun
M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan didampingi Kepala Divisi TMC BNPB Marskal Pertama Basuki Rochmat saat akan naik ke pesawat yang akan melakukan penyemaian, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, RED) bersama dengan TNI menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk menghilangkan asap yang timbul akibat Karhutla di wilayah Sumsel.

Dengan menggunakan pesawat CN-295 A-2901, yang dipiloti Kapten Enggal dan co pilot Lettu Joenoes, melakukan penyemai kapur NaCl di wilayah udara Jambi dan wilayah Sumsel.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan didampingi Kepala Divisi TMC BNPB Marskal Pertama Basuki Rochmat, juga ikut langsung melakuka penyemaian ini, Sabtu (12/10/2019).

Sebanyak 2.400 kg atau 2,4 ton bahan kapur tohor (NaCL) disemai di atas awan Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Sedangkan untuk wilayah Sumsel dilakukan penyemaian di Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu dan OKU Timur.

Pangdam II Mayjen TNI Irwan mengungkapkan, tim gabungan TNI dan BNPB melakukan penaburan Kapur Tohor di kawasan Jambi yakni di Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan wilayah Sumsel di penjuru Utara, Timur, Selatan dan Tenggara.

“Kalau untuk Jambi, ini untuk ke lima kali. Sedangkan untuk Sumsel ini ke 25 kalinya," katanya.

Menaburkan sebanyak 2.400 kg atau 2,4 ton kapur Tohor. Penaburan kapur ini bertujuan untuk menyemai awan yang berpotensi munculnya hujan. Sehingga, dengan penyemaian yang dilakukan bisa mempercepat proses terbentuknya awan penghujan.

Bila sudah dikakukan penyemaian dan turun hujan, diharapkan bisa meredam titik api bahkan bisa menjadi nol. Karena, titik hotspot saat ini naik turun, tapi bisa ditekan dibandingkan dengan sebelumnya.

“Kamk dari TNI terus melakukan pemadaman di lokasi hutan yang terbakar. Selain itu, bersama TMC membuat hujan buatan yang mana harapan kita hujan bisa turun," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi TMC, Marsekal Pertama Basuki Rochmat mengatakan, kapur yang dibawa ditebarkan di wilayah Jambi dan Sumsel. Hal itu dilakukan untuk menciptakan hujan buatan.

“Meski hujannya sifatnya lokal, ada yang 1 jam ada yang hanya 15 menit, yang jelas ini kita lakukan untuk menekan terjadinya karhutla," jelasnya.

Lanjutnya, tidak hanya menyemai kapur tohor, akan tetapi juga melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kondisi awan sebelum disemai. Sehingga penyemaian bisa efektif yang nantinya awan yang disemai menjadi hujan.

Dari hasil laporan, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan berhasil menghadirkan hujan buatan yang terjadi di beberapa daerah terutama di daerah Sumsel. Hujan turun pada sore hari hingga menjelang malam hari di beberapa wilayah.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved