Pasar Baru Tanjungenim tak Dihuni, Malah Jadi Tempat Sampah, Camat Lawangkidul akan Lakukan ini

Dalam sidak ini ditemukan puluhan kios yang tak dihuni dan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Pasar Baru Tanjungenim tak Dihuni, Malah Jadi Tempat Sampah, Camat Lawangkidul akan Lakukan ini
tribunsumsel.com
Pasar baru Tanjung Enim yang tak dihuni, sebaliknya jadi lokasi tempat pembuangan sampah 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM -- Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muarenim bersama Unsur Tripika dan tim Kota wisata melakukan sidak pasar baru Tanjung Enim.  Dalam sidak ini ditemukan puluhan kios yang tak dihuni dan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Berdasarkan pantauan Tribunsumsel.com, Jumat, (11/10/2019) hingga saat ini kondisi pasar Baru Tanjung Enim dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dimana pasar dibagian belakang yang telah dibangun tersebut saat ini tidak lagi dihuni pedagang, dimana pedagang yang memiliki lapak lebih memilih pindah berjualan diluar.

Sehingga kondisi puluhan kios tersebut terlihat sangat kumuh dan dipenuhi tumpukan sampah serta bau pesing.

Tak hanya itu saja, bangunan liar dan lapak-lapak liar pun kian hari-kian bertambah, bahkan salah satu taman yang ada dikawasan pasar barupun dijadikan lapak oleh pedagang.

Kemudian beberapa akses jalan masuk pasar Tanjung Enimpun kian menyempit karena banyaknya pedagang yang berjualan dibadan jalan.

Seperti yang dikatakan oleh Camat Lawang Kidul, Rahmad Noviar bahwa sidak tersebut dilakukan untuk melihat langsung bagaimana kondisi pasar Baru Tanjung Enim.

" Melalui sidak ini kita jadi tahu, apa yang menjadi kendala dan langkah apa yang akan kita lakukan dalam upaya melakukan penataan pasar Tanjung Enim menjadi lebih baik," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah sidak ini pihaknya bersama pihaknya meminta UPTD Pasar untuk segera melakukan pendataan terhadap para pedagang yang memiliki SK di kios bagian belakang namun tidak dihuni saat ini.

" kita akan lakukan penataan pasar Tanjung Enim ini agar enak dipandang, dan tidak terkesan kumuh dan semeraut, apalagi untuk mendukung Tanjung Enim sebagai kota wisata," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Lisma Noviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved