Karhutla 2019

OKI Masih Menjadi Penyumbang Terbanyak Hot Spot di Sumsel, Meningkat 4 Kali Lipat

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi penyumbang hot spot terbanyak di Sumatera Selatan (Sumsel)

OKI Masih Menjadi Penyumbang Terbanyak Hot Spot di Sumsel, Meningkat 4 Kali Lipat
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terjun ke lokasi kebakaran lahan di Desa Penyandingan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi penyumbang hot spot terbanyak di Sumatera Selatan (Sumsel).

Kebakaran hutan dan lahan berdampak pada jarak pandang masyarakat di pagi hari sangat rendah.

Asap sudah dirasakan oleh masyarakat sejak malam hari, terlebih kabut asap pun kini sudah masuk ke dalam ruangan/rumah warga.

Asap membuat mata perih dan tenggorokan menjadi sakit.

Berdasarkan sebaran hotspot yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan bersumber dari Satelit LAPAN, titik Hotspot melonjak tajam jika dibandingkan satu hari sebelumnya.

Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Malam ini : ada Indonesia vs China, Republik Ceko vs Inggris

Hot spot pada Kamis (10/10/2019) hanya 126 titik dan titik terbanyak ada di Kabupaten OKI sebanyak 57 Titik.

Sedangkan Jumat (11/10/2019) sebaran hotspot menjadi 414 titik dan terbanyak masih berasal dari OKI 263 titik, Musi Banyuasin 55 Titik dan Banyuasin 46 titik.

Kepala Penangganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, pada Kamis kemarin Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih dilakukan dengan jumlah garam sang disemai di langit sebanyak 2.400 kg.

Dengan area penyemaian di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kota Palembang dari ketinggian 11.500-12.000 feet.

Pasar Baru dan Pasar Bawah Tanjung Enim akan Segera Ditertibkan

"Kondisi sumsel pagi hari hingga siang hari cerah berawan, terpantau pertumbuhan awan potensial di Sumatera Selatan bagian utara, timur, dan selatan, serta di Timur provinsi Jambi," jelasnya.

Ia menuturkan, pihaknya sudah menurunkan satgas darat dan satgas udara untuk pemadaman di OKI. “Kita sudah turunkan beberapa helikopter untuk fokus waterbombing ke OKI. Karena memang lokasi terbakar sulit diakses tim darat. Sementara dua helikopter waterbombing diarahkan ke Musi Banyuasin,” ujarnya.(SP/ Rahmaliyah)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved