Usai Dengar Tanggapan Gojek Ribuan Driver Sempat Dorong-dorongan, Hendak Masuk Kantor Gojek

Setelah beberapa jam berada di depan kantor PT Gojek, salah satu pimpinan cabang PT Gojek Palembang keluar dari kantor untuk menanggapi ribuan driver

Usai Dengar Tanggapan Gojek Ribuan Driver Sempat Dorong-dorongan, Hendak Masuk Kantor Gojek
IRKANDI/TRIBUNSUMSEL.COM
Demonstrasi ribuan driver Gocar di Kantor Gojek Palembang Jl Basuki Rahmat, Selasa (8/10). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah beberapa jam berada di depan kantor PT Gojek, salah satu pimpinan cabang PT Gojek Palembang keluar dari kantor untuk menanggapi ribuan driver yang berunjukrasa, Selasa (08/10/2019)

Dalam tuntutannya para driver Gojek meminta untuk dikembalikan insentif bonus seperti semula, yang saat ini telah diberlakukan PT Gojek sejak tanggal 7 Oktober, yakni memangkas bonus pendapatan hingga 50 persen yang mulanya poin 18 bonus Rp.300 ribu kini menjadi Rp.150 ribu.

Dalam tanggapannya, Kepala pimpinan cabang PT Gojek Palembang, David menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan dari kantor Pusat PT Gojek dan bukanlah kebijakan dari cabang Palembang.

"Aspirasi dari teman-teman yang tadi sudah disampaikan saya akan tampung. Berkenaan dengan pemberlakukan penyesuain insentif itu adalah semua keputusan dari menejemen pusat (Jakarta)," jelasnya di depan ribuan demonstran.

Lantas, mendengar penjelasan tersebut salah satu orator driver taxi online, meminta untuk bertemu dengan menejemen pusat dan ia juga menanyakan apakah pegawai ataupun karyawan PT Gojek juga mengalami hal yang sama yaitu mendapat pemangkasan sebanyak 50 persen.

"Pak David kita sudah dua kali datang kesini, apa yang disampaikan kawan-kawan, pak David tidak bisa jawab. kalau keputusan ini bukan kewenangan kamu lalu kewenangan siapa?," tanya orator.

Lalu, spontan David menjawab bahwa itu merupakan wewenang keputusan dari pusat PT Gojek.

"Kalau memang kami dipotong (insentif) harusnya kalian juga merasakan, jangan cuma kami (driver) yang dipotong tapi kamu tidak, betul tidaak kawan-kawan," teriak orator disambut tepuk tangan yang gemuruh dari ribuan massa.

"kalau kamu pengen hidup disini, kita hidup sama-sama, tapi jangan seperti ini caranya," lanjutnya.

"Pak polisi saya 2016 jadi sopir gocar, karena apa pak? karena menghidupi anak isteri. Sekarang aku berorasi di sini karena sudah susah sekali pak, susu anak sulit untuk dibeli, hari ini aku kecewa pak," teriak orator lagi.

Sementara itu, orator juga mengingatkan kepada ribuan massa untuk tetap bersabar dalam menanggapi apa yang telah disampaikan oleh pimpinan cabang PT Gojek Palembang.

"Yang buat kami hadir disini dalam Gedor Palembang jilid 2 hanya satu hal, sama halnya kebijakan yang bapak tetapkan dengan cara harga mati pak, apakah bisa atau tidak bapak memenuhi permintaan kami untuk dapat menangguhkan kebijakan pemotongan insentif, sampai ada konfirmasi pertimbangan lebih lanjut pak, bisa atau tidak pertimbangkan sekarang juga?," tanya orator lagi kepada David.

Seketika Pimpinan Cabang PT Gojek itu kembali menjawab dan mengatakan bahwa dirinya tidak punya wewenang untuk memutuskan.

Sampai akhirnya, usai mendengar jawaban itu ribuan massa nyarik bentrok dan geruduk sambil dorong-dorongan untuk maju ke halaman kantor PT Gojek tersebut.

Beruntung orator beserta aparat kepolisian yang berjaga dapat menertibkan ribuan massa sehingga peristiwa tersebut dapat dilerai.

Penulis: Irkandi Gandi Pratama
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved