Cara Membuat BPJS Kesehatan Online & Offline, Cara Menggunakan dan Penyakit yang Ditanggung,

BPJS sebagai fasilitas penyedia asuransi kesehatan adalah penyedia jasa yang sangat bermanfaat jika sedang ada dalam keadaan darurat.

Cara Membuat BPJS Kesehatan Online & Offline, Cara Menggunakan dan Penyakit yang Ditanggung,
Tribunsumsel.com/bpjskesehatan/handover
BPJS Kesehatan; Cara Membuat Online & Offline, Cara Menggunakan, Penyakit yang Ditanggung 

Proses berobat di Faskes tingkat pertama:

  • Datanglah ke Faskes tingkat pertama anda.
  • Ambil nomor antrian dan tunggu panggilan.
  • Saat dipanggil biasanya anda disuruh untuk melakukan registrasi dan pendaftaran terlebih dahulu (diminta menunjukkan KTP dan kartu BPJS)
  • Jika sudah melakukan registrasi biasanya akan mengantri lagi untuk mendapatkan pemeriksaan dokter.
  • Setelah itu anda akan dipanggil, lalu dilakukanlah pemeriksaan sesuai dengan keluhan.
  • Setelah diperiksa, dokter akan menentukan apakah anda cukup berobat sampai Faskes pertama atau harus dirujuk ke Faskes tingkat dua.
  • Jika ternyata harus ada penanganan lebih lanjut maka pastikan anda mendapat surat rujukan ke Faskes tingkat dua karena di Faskes tingkat dua nanti anda hanya bisa berobat jika memiliki surat rujukan.
  • Setelah itu anda akan diberi resep obat.
  • Bawa resep tersebut ke bagian obat, apotik klinik atau apotik puskesmas. (tunggu hingga diberi obat)
  • Jika sudah mendapat obat dan urusan administrasi sudah selesai maka anda dapat pulang.

 • Cara Mudah Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan/KIS Digital dari Aplikasi Mobile JKN

Cara berobat di Faskes tingkat lanjutan

  • Biasanya untuk penyakit penyakit yang membutuhkan penanganan khusus atau dokter spesialis akan dirujuk ke Faskes tingkat kedua atau rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap.
  • Cara untuk berobat jika anda sudah mendapat rujukan dari Faskes tingkat pertama adalah:
  • Pastikan anda mendapatkan dan membawa surat rujukan dari Faskes tingkat pertama
  • Dokumen lain yang perlu dibawa seperti Kartu BPJS, fotokopi KTP dan KK.
  • Lalu ketika sudah sampai di Faskes 2 anda dapat langsung melakukan registrasi atau mengambil nomor antrian dulu sebelum dipanggil untuk registrasi.
  • Setelah registrasi anda akan mengantri kembali untuk diperiksa oleh dokter
  • Pastikan anda akan berobat dipoli atau dokter bagian apa agar anda tidak salah mengantri ruangan.
  • Setelah berobat nanti anda akan diberi resep jika memang hanya perlu obat atau akan diurus oleh dokter dan pihak keluarga jika dibutuhkan opname atau tindakan lainnya. Seperti cek darah atau Rontgen, dll.

Cara berobat Pasien Darurat

  • Biasanya pengobatan yang mulai dari Faskes satu ke Faskes lanjutan berlaku untuk pasien dengan penyakit yang tidak terlalu urgent.
  • Jika pasien sedang dalam darurat maka ia tidak perlu datang ke Faskes tingkat pertama lebih dahulu, apalagi jika Faskes tingkat pertama tidak memiliki fasilitas yang memadai.
  • Seorang pasien dikatakan berada dalam keadaan darurat jika penyakit yang dialaminya dapat menyebabkan keparahan, kecacatan, bahkan kematian.
  • Biasanya beberapa keadaan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan seperti penyakit jantung, uka bakar, sesak nafas, cedera berat dan sejenisnya.
  • Itu tadi merupakan langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk bisa berobat menggunakan BPJS Kesehatan.
  • Sebelum menggunakan kartu BPJS, pastikan terlebih dahulu anda telah membayar iuran bulanannya atau tidak menunggak iuran.

Ada banyak fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk penggunanya., mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang cukup parah.

Berikut beberapa penyakit dan operasi yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk penggunanya.

Penyakit yang Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

  1. Asma
  2. Bronkitis
  3. Diabetes type 1 & 2
  4. Gagal ginjal
  5. Hemofilia
  6. Hipertensi
  7. Jantung
  8. Kanker
  9. Kondisi medis dari kecelakaan lalu lintas
  10. Kusta
  11. Leukemia
  12. Malaria
  13. Penyakit jantung
  14. Persalinan vaginal (normal)
  15. Sirosis hepatitis
  16. Stroke
  17. Thalasemia
  18. Tuberculosis paru
  19. Tumor

 • Daftar Penyakit dan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Salah

Operasi yang Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

  • Operasi amandel
  • Operasi batu empedu
  • Operasi bedah mulut
  • Operasi bedah vaskuler
  • Operasi caesar
  • Operasi hernia
  • Operasi jantung
  • Operasi kanker
  • Operasi katarak
  • Operasi kelenjar getah bening
  • Operasi kista
  • Operasi mata
  • Operasi miom
  • Operasi odontektomi
  • Operasi pencabutan pen
  • Operasi penggantian sendi lutut
  • Operasi tubektomi
  • Operasi tumor
  • Operasi usus buntu
  • Pengobatan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
  • Pengobatan kesehatan akibat bencana dan wabah, terutama yang bisa dicegah
  • Pengobatan kesehatan akibat kecelakaan kerja (karena sudah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan)
  • Pengobatan kesehatan akibat penyalahgunaan obat (seperti narkoba)
  • Pengobatan kesehatan akibat sengaja melukai diri sendiri (seperti percobaan bunuh diri dan minuman keras)
  • Pengobatan kesehatan alternatif (seperti akupuntur)
  • Pengobatan kesehatan dengan obat percobaan (pengobatan medis yang masih dikategorikan sebagai percobaan/eksperimen)
  • Pengobatan kesehatan dengan tujuan estetis (seperti operasi kosmetika/plastik)
  • Pengobatan kesehatan dengan tujuan menangani masalah infertilitas atau kesuburan (seperti bayi tabung)
  • Pengobatan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
  • Pengobatan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
  • Pengobatan kesehatan yang tidak sesuai dengan prosedur BPJS Kesehatan dan tidak menyelesaikan prosedur pengajuan yang sesuai

Itulah beberapa penyakit dan operasi yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk penggunanya.

Selain untuk penyakit-penyakit di atas, BPJS Kesehatan juga dapat anda gunakan pada saat proses kehamilan dan melahirkan.

Hal ini akan sangat berfungsi untuk sedikit meringankan biaya kehamilan dan persalinan anda.

Namun fasilitas kehamilan dan persalinan ini dapat anda nikmati hanya jika mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku saja.

Berikut ketentuan dan peraturan yang dapat anda ikuti untuk mendapatkan fasilitas kehamilan serta melahirkan sebagai hak anda pemegang BPJS Kesehatan.

Layanan Pemeriksaan Kehamilan Pakai BPJS

Pemeriksaan kehamilan menggunakan BPJS diprioritaskan di faskes 1 yang tertera pada kartu BPJS yang anda miliki.

Jika faskes 1 yang anda pilih tidak memiliki fasilitas yang memadai, anda akan dirujuk ke bidan yang sudah bekerjasama atau diberikan surat rujukan ke faskes 2 (rumah sakit).

Surat rujukan berlaku selama satu bulan dengan tiga kali pemeriksaan di RS (Hal ini akan mempermudah ibu karena tidak perlu bolak - balik untuk mengurusnya lagi, kecuali jika masa berlakunya sudah habis).

Layanan Pemeriksaan USG

Layanan USG hanya dapat satu kali saja untuk satu kali masa kehamilan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Sebagaimana dengan pelayanan BPJS lainnya, proses ini juga harus dilakukan dengan rujukan dokter spesialis kandungan yang telah memeriksa peserta terlebih dahulu.

Surat rujukan ini akan dikeluarkan jika dokter yang memeriksa kandungan tersebut merasa bahwa ibu hamil benar-benar harus mendapatkan fasilitas USG.

Jika ternyata pemeriksaan USG dilakukan atas kehendak peserta atau ibu hamil itu sendiri, maka berbagai biaya yang timbul akibat hal tersebut akan menjadi tanggungan yang bersangkutan dan tidak akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan.

Layanan Bersalin atau Melahirkan

Biaya persalinan pengguna BPJs akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan.

Namun untuk menggunakan pelayanan ini, anda harus mengikuti ketentuan yang berlaku di BPJS Kesehatan, termasuk sejumlah prosedur wajib lainnya yang dibutuhkan.

Tidak ada pembatasan untuk layanan bersalin ini, setiap peserta bisa mendapatkan layanan bersalin setiap kali hamil dan melahirkan.

Guna mendapatkan layanan bersalin dari BPJS, Anda wajib melengkapi beberapa persayaratan berikut:

  • Kartu BPJS Kesehatan atau Nomor Kartu Peserta
  • Kartu Keluarga (KK)
  • KTP
  • Buku Kesehatan Ibu dan Anak
  • Rujukan (jika harus dirujuk ke RS)
  • Proses melahirkan bisa ditangani pada Fasilitas Kesehatan (Faskes) 1, karena pada umumnya faskes ini telah dilengkapi tenaga khusus untuk kebutuhan persalinan.
  • Peserta bisa melakukan pendaftaran sesuai prosedur dan mendapatkan layanan persalinan yang dibutuhkan di sana.
  • Biaya persalinan yang akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan maksimal Rp600.000 untuk setiap persalinan.
  • Jika biaya yang dikeluarkan lebih dari jumlah tersebut, maka peserta harus membayar kelebihan tersebut dengan uang pribadi.

Cara Cek Kehamilan (USG) dengan BPJS Kesehatan Hingga Melahirkan Normal dan Caesar

Layanan Rujukan Operasi Caesar

Dalam kondisi tertentu, bisa saja peserta BPJS harus melahirkan secara Caesar.

Hal ini akan membutuhkan penanganan khusus dan biasanya tidak dapat ditangani di Faskes 1 (karena keterbatasan tenaga ahli dan peralatan medis)

Untuk Prosedur operasi caesar ini anda butuh surat rujukan dari faskes awal.

Hal ini penting untuk dicermati dengan baik, sebab jika tidak sesuai dengan prosedur rujukan yang ditetapkan oleh pihak BPJS, maka peserta akan menanggung sendiri seluruh biaya operasi Caesar yang dilakukan.

Dalam hal ini, keputusan untuk menjalani operasi Caesar haruslah disarankan atau diambil oleh dokter/bidan yang menangani peserta di Faskes 1 dan bukan atas keinginan peserta itu sendiri.

Bila surat rujukan telah diterima, barulah peserta bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar atau biasa disebut Faskes Lanjutan.

Anda harus mendaftar kembali di Faskes Lanjutan, dengan membawa serta Surat Rujukan, dari Faskes 1.

Jika semua syarat dan prosedur telah dipenuhi dengan lengkap, maka proses operasi Caesar bisa dilakukan dengan cepat.

Kehamilan atau Persalinan yang sedang berada dalam keadaan darurat

BPJS Kesehatan telah menegaskan bahwa dalam keadaan darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, wajib memberikan pelayanan kegawat daruratan sesuai indikasi medis.

Fasilitas kesehatan tidak diperbolehkan menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta dengan kondisi darurat.

Itu artinya Anda bisa langsung segera ke rumah sakit ataupun puskesmas yang terdekat dengan posisi Anda saat itu, tanpa harus mendapat rujukan terlebih dahulu.

  • Persyaratan Dokumen di RS
  • Dokumen yang perlu dipersiapkan saat memeriksa kehamilan ataupun proses melahirkan:
  • Dokumen asli dan fotokopi e-KTP ibu hamil.
  • Dokumen asli dan fotokopi kartu BPJS kesehatan.
  • Dokumen asli dan fotokopi kartu keluarga.
  • Surat rujukan dari faskes 1.
  • Buku kesehatan atau pemeriksaan ibu dan bayi.

Cara untuk cek iuran BPJS Kesehatan online. 

Bagi anda pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan kini sudah dapat mengecek iuran secara online.

Anda tidak perlu mengecek langsung ke kantor BPJS Kesehatan maupun datang dulu ke faskes BPJS lalu harus pulang lagi karena belum membayar iuran.

Anda hanya perlu gadget dan jaringan internet untuk mengecek iuran BPJS Kesehatan secara online.

Cara cek iuran BPJS menggunakan website

  • Masuk Melalui Website
  • Anda dapat langsung masuk ke situs resmi BPJS di alamat bpjs-kesehatan.go.id.
  • Setelah masuk ke laman utama, klik gambar anak panah kiri yang berwarna biru dan beradaa di sebelah kanan layar anda.
  • Lalu klik menu Cek Iuran BPJS Kesehatan
  • Tunggu sebentar lalu masukan data yang diminta ke kotak tersedia mulai nomor kartu, tanggal lahir, dan angka validasi.
  • Kemudian klik Cek
  • Tunggu sebentar, lalu rincian pembayaran tagihan, denda, dan total tagihan akan muncul pada layar anda

Masuk Melalui Aplikasi BPJS Kesehatan

  • Jika anda butuh cek iuran secara rutin maka anda dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan di smartphone anda.
  • BPJS Kesehatan memiliki aplikasi resmi di perangkat Android yang bernama Mobile JKN.
  • Aplikasi ini dapat diunduh gratis lewat Google Play Store
  • Cara untuk cek iuran BPJS Kesehatannya adalah dengan mengugnduh aplikasi Mobile JKN.
  • Setelah aplikasi telah terpasang, anda yang baru pertama kali menggunakan aplikasi ini akan dimintai untuk registrasi.
  • Lakukan registrasi dengan data-data yang anda miliki.
  • Jika registrasi sudah berhasil maka selanjutnya anda dapat masuk ke laman JKN Mobil.
  • Klik tagihan lalu catatan pembayaran.
  • Jika sudah pada layar anda akan tertera data mengenai Pembayaran Premi, Pembayaran Denda dan Pembayaran Mobile.
  • Selain fitur untuk cek tagihan, aplikasi Mobile JKN memiliki beragam fitur terkait lainnya seperti lokasi fasilitas kesehatan terdekat, cek nomor virtual account, pendaftaran PBPU, dan lain sebagainya.

Cek Iuran BPJS Kesehatan Online, Siapkan Nomor Kartu, Hanya untuk Peserta Mandiri

Cara online ini adalah cara praktis yang dapat anda gunakan dalam kemudahan fasilitas cek iuran BPJS Kesehatan.

Penulis: Anggraini Munanda Effani
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved