BNN Sumsel Amankan 43 Kg Sabu-sabu dari 4 Bandar, Jumlah Tangkapan Paling Besar

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan kembali mengamankan narkotika dari jaringan internasional.

BNN Sumsel Amankan 43 Kg Sabu-sabu dari 4 Bandar, Jumlah Tangkapan Paling Besar
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Pemprov Sumsel, Ditresnarkoba Polda Sumsel, BPOM, dan MUI saat menunjukkan barang bukti narkoba, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan kembali mengamankan narkotika dari jaringan internasional.

Kali ini, BNN di bawah pimpinan Brigjen Jhon Turman Panjaitan memusnahkan sabu seberat 43 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 27.000 butir.

"Ini adalah (narkoba) tangkapan BNN Sumsel terbanyak sejauh ini," kata Turman saat rilis barang bukti narkoba di kantor BNN Sumsel, Jakabaring, Palembang, Selasa (1/10/2019).

Kedua jenis narkoba dalam jumlah besar tersebut didapat dari keempat tersangka atas nama Yuswadi, Andi Eka Putra alias Tagor, Usama alias Saka dan Michael Kosasih.

Keempatnya ditangkap pada pertengahan Agustus lalu di beberapa daerah di Sumsel, di antaranya Palembang dan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

"Para tersangka merupakan hasil penyelidikan dari laporan masyarakat. Keempatnya diancam hukuman mati," tegas Turman.

Barang bukti narkoba lantas dimusnahkan dengan cara diblender dengan dicampur deterjen.

Pada pemaparan narkoba dan para gembongnya itu, BNN juga mengundang Pemprov Sumsel, Ditresnarkoba Polda Sumsel, MUI kota Palembang dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM).

Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel, Ahmad Najib mengatakan, pemerintah terus berupaya mencegah peredaran narkoba di Sumsel, bersama pihak-pihak berwenang.

Ia juga mengapresiasi kinerja BNN Sumsel yang cepat tanggap merespon info peredaran narkoba di wilayah Sumsel.

"Sabu 43 kilogram dan pil ekstasi 27.300 butir, kalau dikalkulasikan dapat menyelamatkan 280 ribu jiwa. Ini langkah pencegahan yang penting dan patut diapresiasi," ujarnya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved