Sekeluarga 5 Anak Tinggal di Gubuk, Tak Dapat Bantuan Padahal Dekat dengan Pusat Kota Kayuagung

Suhaimi warga Desa Paku Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir ini harus hidup dan menempati gubuk kayu sederhana di tengah-tengah pematang

Sekeluarga 5 Anak Tinggal di Gubuk, Tak Dapat Bantuan Padahal Dekat dengan Pusat Kota Kayuagung
WINANDO/TRIBUNSUMSEL.COM
Keluarga Suhaimi yang tinggal digubuk. 
TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG -- Suhaimi warga Desa Paku Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir ini harus hidup dan menempati gubuk kayu sederhana di tengah-tengah pematang sawah, jauh dari keramaian apa lagi fasilitas publik.
 
Ironisnya yang ia tinggali bukanlah tanah ataupun tempat tinggal miliknya, justru ia hanya menyewa gubuk dan juga tanah (sawah) untuk ia gunakan sebagai modal menjadi petani padi.
 
Bukan tidak mudah, Suhaimi harus menghidupi keluarganya dan ia memiliki lima orang anak yang mana ketiga darinya duduk di bangku sekolah.
 
"Anak saya lima, yang kelas 5 SD dua orang, lalu ada yang kelas 2 SD, yang keempat umur dua tahun, dan yang terakhir satu setengah tahun," tuturnya kepada wartawan Tribunsumsel.com, Jumat (27/9/2019).
 
Sudah berbulan-bulan Suhaimi menempati rumah sederhana ini, pekerjaannya serabutan dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
 
"Sudah enam bulan tinggal di tengah-tengah sawah ini, keterampilan saya tidak punya pendidikan juga tidak tinggi, hanya bisa kerja serabutan," ungkapnya.
 
Ditambahkannya jika tempat tinggal yang mereka tempati saat ini menemui kendala saat musim hujan tiba.
 
"Yang penting bisa untuk tidur, kalau hujan tidak kehujanan kalau panas tidak kepanasanan. Cuman ya kalau musim hujan, pas air di sawah naik bisa masuk sampai lantai rumah," ucapnya.
 
Dekat dengan Pusat Pemerintahan kabupaten OKI, tidak berarti semua bisa diperhatikan. Seperti itu juga yang menggambarkan kondisi Suhaimin saat ini.
 
Lebih lanjut ia menceritakan jika ia tidak tersentuh bantuan dari pemerintah, meski sudah sering mengajukan.
 
"Tidak, tidak mendapatkan bantuan sama sekali. Tinggal di tengah sawah dan dekat dengan kota Kayuagung tetapi rumah sangat tidak layak, saya sudah sering mengajukan tapi tidak terwujud," jelasnya.
 
Suhaimin lalu menambahkan ia dulu pernah dapat bantuan tetepi sekarang tidak dapat bantuan lagi.
 
"Seinget saya sudah selama lima tahun lebih keluarga kami tidak dapat bantuan dan perhatian dari pemerintah, padahal sebelumnya sudah pernah dapat itu pun satu kali," terangnya.
 
Suhaimin hanya bisa berharap supaya dirinya bisa diperdulikan pemerintah, jangan sampai bantuan itu justru salah sasaran.
 
"Ya harapannya ada pihak yang perduli dengan keluarga kami, saya sudah mengajukan bantuan tapi kok belum juga turun. Di sekitar Kayuagung masih ada rakyat-rakyat kecil dan kurang mampu seperti kami," tutupnya.
 
 
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved