Breaking News: Pembunuhan di Jalintim OKI Terungkap, Ternyata Pelakunya Warga Palembang

Seminggu lalu ditemukan sesosok mayat laki-laki bernama Mei Juyono (41) tergeletak di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim)

Breaking News: Pembunuhan di Jalintim OKI Terungkap, Ternyata Pelakunya Warga Palembang
WINANDO/TRIBUNSUMSEL.COM
Saat ini kedua Pelaku dan barang bukti di amankan ke polres OKI, tersangka berjumlah 3 orang yakni Ahmad Anto (30), Muhammad Ali Usman (26) Keduanyaan warga Kota Palembang yang mana Anto asal Jakabaring dan Ali asal Seberang Ulu 1, dan seorang penadah Bagus tomon (35) asal Kecamatan Tanjung Lubuk, Jum'at (13/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG - Seminggu lalu ditemukan sesosok mayat laki-laki bernama Mei Juyono (41) tergeletak di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Talang Pangeran Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang menggemparkan jagat media sosial juga masyarakat Kab OKI Sabtu (7/8).

Lantaran Sepeda motor dan handphone milik korban raib maka diduga Juyono merupakan korban pencurian dengan kekerasan (curas). Ternyata dugaan polisi benar.

Penyelidikan polisi akhirnya membuahkan hasil, pelaku perampokan kejam tersebut berhasil diamankan Team Buser Sat Reserse Polres OKI.

"Pelaku sudah berhasil kami amankan, berjumlah 2 orang yakni Ahmad Anto (30) dan Muhammad Ali Usman (26). Keduanya merupakan warga Kota Palembang yang mana Anto asal Jakabaring dan Ali asal Seberang Ulu 1, dan diamankan juga satu orang penadah asal Desa Cuk Dadak, Kecamatan Tanjung Lubuk Bagus Tomon (35)," ungkap Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasat Reskrim, AKP Agus Prihadinika yang langsung mengungkap kronologi penangkapan kedua pelaku, Jumat (13/9/2019).

Berasal dari hasil penyelidikan didapatkan informasi bahwa kejadian tersebut mengarah kepada kedua pelaku.

"Setelah melakukan Penyelidikan kemudian kami langsung mengerahkan anggota dan pada hari Kamis (12/9) pukul 23.00 WIB di Seberang Ulu 1 Palembang telah dilakukan penangkapan oleh Tim Buser Polres OKI," jelasnya.

Ditambahkannya, pada saat dilakukan upaya penangkapan dan pengembangan, kedua pelaku melakukan perlawanan untuk berusaha melarikan diri.

"Karena saat akan kami tangkap kedua pelaku melawan dan berusaha melarikan diri, sehingga terhadap pelaku kami berikan tindakan tegas dan terukur," pungkasnya.

Hasil keterangan dari kedua pelaku menyatakan bahwa mereka melakukan aksinya saat korban sedang mengendarai motor dalam keadaan sendirian, hari masih gelap dan jalanan masih sepi.

"Para pelaku melancarkan aksinya pada saat korban sedang mengendarai sepeda motor di jalan lintas timur korban dihadang oleh kedua pelaku, pada saat itu korban langsung ditembak oleh pelaku dengan menggunakan Senpira,"

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved